Perbaikan Alkes di Sumatera Tembus Rp 500 M: Ambulans Turun Mesin-Kasur Rusak

8 Januari 2026 18:13 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perbaikan Alkes di Sumatera Tembus Rp 500 M: Ambulans Turun Mesin-Kasur Rusak
Kemenkes mengalokasikan sekitar Rp500 miliar untuk perbaikan alat kesehatan terdampak bencana di Sumatera, termasuk ambulans rusak, kasur, dan fasilitas rumah sakit.
kumparanNEWS
Prajurit TNI bersama relawan membersihkan lumpur yang mengenangi ruang rawat inap dan fasilitas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang pascabanjir luapan Sungai Tamiang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
zoom-in-whitePerbesar
Prajurit TNI bersama relawan membersihkan lumpur yang mengenangi ruang rawat inap dan fasilitas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang pascabanjir luapan Sungai Tamiang di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Foto: ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Kementerian Kesehatan terus berupaya memperbaiki fasilitas kesehatan yang rusak terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.
Tak hanya diperbaikan gedung, Kemenkes juga akan memperbaiki peralatan pendukung lain mulai ambulans sampai mengganti kasur.
"Kita mau recovery total. Kita targetin Maret ini recovery total dari seluruh rumah sakit dan Puskesmas. Contohnya apa? Ambulansnya rusak, itu ada mungkin 205. Ya, kita termasuk yang paling cepet, sejak 2 minggu yang lalu, kita sudah datang ke Astra, Daihatsu, Kia, Isuzu, kirimin montir," kata Budi Gunadi saat membuka ground breaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1).
Saat ini sudah ada 50 ambulans yang diperbaiki. Lalu, ada 80 ambulans yang masih di bengkel karena turun mesin.
Teknisi juga dikirim untuk memperbaiki alat kesehatan. Total perbaikan diperkirakan Rp 500 miliar.
"(Teknisi) sudah kita kirim semua ke rumah sakit, untuk periksa, mana yang benar-benar rusak, mana bisa diperbaiki. Yang benar, yang sudah rusak, nanti kita masukin ke anggarannya, kita sudah hitung, butuh sekitar Rp 500 miliar, sedang kita ajukan supaya bisa dapet cepet penggantian, agar alat-alat yang rusak itu karena banjir bisa kita ganti," bebernya.
Budi Gunadi mengatakan pihaknya butuh banyak tempat tidur karena kasurnya rusak.
"Butuh ribuan komputer. Kita butuh mebel-mebel, itu juga sudah, sudah nggak bisa diperbaiki, itu kita butuh," jelasnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers saat groundbreaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

87 Rumah Sakit Rusak di 3 Provinsi

Budi Gunadi mengatakan ada 87 rumah sakit di tiga provinsi yang berhenti beroperasi.
"Kita tiga hari, empat hari langsung datang, bentuk tim. Kita lihat ada sembilan (rumah sakit) yang bener-bener sudah tutup total. Karena memang banjir tinggi, lumpurnya masuk sampai se badan. Nah, tahap satu recovery kesehatan, dalam dua minggu sembilan ini semua beroperasi," katanya.
Tahap kedua, minggu ketiga dan empat Desember, dari 1.268 puskesmas, begitu bencana, 850 berhenti.
"Begitu kita masuk, di 1 Desember, kita lihat ada 150 yang tidak bisa beroperasi sama sekali, yang itu tadi, lumpurnya sudah berantakan, ada yang rubuh. Nah, itu kita kejar di tahap kedua recovery, di akhir Desember, tinggal empat yang belum beroperasi. Yang lainnya sudah beroperasi. Walaupun enggak penuh ya," katanya.
Puskesmas-puskesmas kini difungsikan untuk merawat masyarakat di desa terisolir, dan masyarakat di pos pengungsian.
"Karena ada 1.000 pos pengungsian, itu sekitar 300.000 warga. Nah, tugasnya Puskesmas untuk memastikan perawatan kesehatan rumah-rumah warga itu seperti biasa. Tapi yang pos pengungsian ini enggak biasa. Dan untuk itu kita harus kirim relawan, karena tenaga Puskesmas-nya enggak cukup," katanya .
Kemenkes mengirim 4.100-an relawan. Termasuk di antaranya banyak dari Yogyakarta seperti dari UGM hingga Muhammadiyah.
Trending Now