Perburuan Belasan Anggota KKB yang Kabur dari Lapas Nabire
3 Juni 2025 6:30 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Perburuan Belasan Anggota KKB yang Kabur dari Lapas Nabire
Mereka bisa kabur usai membuat kericuhan di dalam Lapas sekitar pukul 10.30 WIT.kumparanNEWS

19 narapidana kabur dari Lapas Kelas IIB Nabire, Papua Tengah, pada Senin (2/6) siang. Mereka menyerang petugas lapas lalu berlari melarikan diri.
Dari sejumlah Napi itu, 19 narapidana adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Tak hanya itu, serangan ini juga melukai sejumlah petugas. Seperti apa fakta-faktanya? Apa langkah yang telah diambil aparat? Berikut kumparan rangkum.
Diawali Kericuhan
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menjelaskan kaburnya 19 narapidana ini setelah terjadi kericuhan di dalam lapas. Ia tak merinci kericuhan apa yang terjadi sehingga berujung kaburnya belasan napi tersebut.
Namun, akibat kericuhan itu, tiga petugas lapas mengalami luka sabetan parang. Saat ini, mereka sudah mendapatkan perawatan di RSUD Nabire, karena terluka di bagian lengan dan jari tangan.
"Kejadian kaburnya para tahanan ini terjadi sekitar pukul 10.30 WIT, setelah mereka kabur, kami ditelepon pihak lapas untuk membantu memberikan pengamanan di lapas, sehingga situasi segera dapat dikendalikan," ujar Samuel saat dihubungi kumparan.
Menindaklanjuti hal tersebut, polisi melakukan penyekatan di sejumlah titik masuk di Nabire. Mulai dari bandara hingga pelabuhan, untuk mencegah para narapidana tersebut kabur lebih jauh.
"Satu tim bergabung dengan Satgas dan dibantu TNI tengah melakukan pengejaran. Situasi Kota Nabire dalam keadaan kondusif," jelas Samuel.
11 Napi Anggota KKB
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani membenarkan terkait sejumlah narapidana yang kabur merupakan anggota KKB.
"Ya, benar 11 orang diketahui merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Puncak Jaya, Puncak, dan Paniai," kata Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Senin (2/6).
Salah seorang dari anggota KKB itu, Ardinus Kogoya, menyerang petugas dengan parang yang diduga disembunyikan di balik punggung.
Parang tersebut diduga berasal dari dalam lapas dan biasa digunakan untuk memotong kayu bakar.
Serangan itu menyebabkan tiga petugas mengalami luka yakni :
Setelah melumpuhkan petugas, para napi melarikan diri melalui area belakang lapas menuju kompleks KPR Pemda dan perbukitan.
"Di lokasi pelarian, ditemukan pakaian napi yang dibuang," jelasnya.
Berikut daftar napi KKB tersebut:
KKB Puncak Jaya
Yotenus Wonda;
Alison Wonda; dan
Tandangan Kogoya.
KKB Puncak
Alenus Tabuni;
Junius Waker;
Yantis Murib;
Ardinus Kogoya;
Pelinus Kogoya;
Marenus Tabuni.
KKB Paniai
Anan Nawipa;
Yakobus Nawipa.
Tim Gabungan Kejar Para Napi Kabur
Faizal menyebut, tim gabungan bergerak cepat mengejar para Napi.
โKami tidak akan mentolerir aksi kekerasan dan pelarian ini, terlebih jika melibatkan jaringan KKB. Tim kami bersama jajaran Polda Papua Tengah dan instansi terkait saat ini terus melakukan pengejaran secara intensif. Semua napi yang kabur akan ditindak tegas sesuai prosedur,โ tegas Faizal.
Saat ini, para narapidana tersebut tengah diburu oleh pihak lapas dibantu pihak Kepolisian dan TNI.
"Warga binaan Nabire yang melarikan diri saat ini sedang dilakukan pencarian oleh petugas Lapas Nabire bekerja sama dengan kepolisian,โ ujar Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum, Rika Aprianti, saat dihubungi.
