Pesan Prabowo ke Anak Muda: Ingin Jadi Presiden, Jangan Takut Difitnah

29 Oktober 2025 16:28 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesan Prabowo ke Anak Muda: Ingin Jadi Presiden, Jangan Takut Difitnah
Prabowo bertanya siapa yang mau jadi presiden? Siapa pun bagus asal jadi presiden yang benar.
kumparanNEWS
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara pemusnahan total 214,84 ton barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara pemusnahan total 214,84 ton barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2025). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada generasi muda agar tidak takut difitnah ketika memiliki cita-cita besar, termasuk jika ingin menjadi presiden.
Ia mengatakan fitnah sering kali menjadi pertanda bahwa seseorang sedang diperhitungkan dan harus lebih berhati-hati dalam melangkah.
"Saya kasih ilmu yang muda-muda yang ingin jadi presiden gue kasih ilmu jangan takut difitnah," ujar Prabowo dalam arahannya usai memusnahkan 214 ton narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/10).
"Saya dulu punya guru waktu saya masih muda saya kena fitnah dua-tiga kali saya down, saya mengeluh ke guru saya. Jangan kecil hati, engkau difitnah berarti engkau diperhitungkan, engkau difitnah berarti engkau ditakuti," lanjut dia.
Presiden Prabowo Subianto didampingi Wamensos Agus Jabo Priono (tengah) berbincang dengan siswa sekolah rakyat saat meninjau kegiatan belajar mengajar dan fasilitas di Sekolah Rakyat Menengah Atas 10 Margaguna, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Prabowo mengatakan, kritik dan koreksi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan publik, terutama bagi seorang pemimpin. Ia mengaku sering membaca kritik terhadap dirinya di berbagai media dan menjadikannya bahan introspeksi.
"Angkat tangan yang ingin jadi Presiden nggak apa-apa, bagus. Tapi jadi Presiden yang benar, jangan takut dikoreksi. Jadi malam-malam saya buka gadget, apa iya ya, apa memang saya otoriter? Rasanya nggak sih. Jadi ini bagus, koreksi ini baik," tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hati dan tidak terjebak dalam perasaan dendam atau sakit hati saat mengabdi untuk bangsa. Bagi Prabowo, pengabdian kepada negara harus dilakukan dengan ketulusan dan semangat kerja sama lintas lembaga.
"Saya punya filosofi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara tidak boleh diikuti oleh rasa sakit hati. Jangan jadi masalah. Ini kita harus lihat bagaimana mengatasi narkoba, jadi ini harus kerja sama tim. Semua adalah kerja sama tim," tandasnya.
Trending Now