Pesan Terakhir Farhat, Petinju Muda Asal Bondowoso: I Love You, Ma
13 September 2023 19:31 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Pesan Terakhir Farhat, Petinju Muda Asal Bondowoso: I Love You, Ma
Pesan Terakhir Farhat, Petinju Muda Asal Bondowoso: I Love You Ma.kumparanNEWS

Farhat Mika Rahel Riyanto (15), atlet tinju asal Bondowoso, meninggal dunia saat bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur di Kabupaten Jombang. Kepergian siswa SMA ini membawa duka yang mendalam bagi keluarga.
Fitriana, ibunda Farhat, masih ingat betul setiap momen kebersamaan mereka. Ibunda menyebut Farhat sebagai anak yang berbakti. Dia selalu berkomunikasi dengan orang tua di setiap momen, terlebih ketika menghadapi kejuaraan tinju.
Farhat sempat mengabarkan lewat telepon bahwa telah menang di babak penyisihan melawan petinju asal Madiun saat berlaga di Porprov Jatim. Namun, di pertandingan berikutnya peristiwa nahas terjadi.
"Sebelumnya dia bilang: Ma, aku menang, Ma. Tapi, pertandingan berikutnya pas ronde ketiga anak saya itu pusing dan hilang kendali. Terus dia kena pukul lawannya hingga jatuh. Dia berusaha bangkit, tapi oleh pelatihnya dilarang tanding lagi. Terus dia tertidur, sampai akhirnya tidak sadar sudah," ungkap Fitriana saat ditemui di rumah duka.
Farhat, atlet tinju kelas 46 kilogram itu jatuh koma saat bertanding pada Senin (11/9). Sempat dibawa ke rumah sakit dan mendapat perawatan, namun nyawanya tak tertolong. Farhat meninggal karena pendarahan di kepala.
Pesan terakhir Farhat untuk Ibunda
Menurut Fitriana, sebelum Farhat meninggal, dia sempat menulis status WhatsApp 'I Love You Ma' yang ditujukan kepada Fitriana.
Selain itu, ada juga pesan dari Farhat yang membuatnya terharu dan bangga, yakni cita-cita Farhat ingin membahagiakan orang tuanya.
"Terakhir dia buat status WA dengan katanya suatu saat akan membahagiakan Mama. Saya jawab iya Nak, Mama sudah bangga. Kemudian dijawab iya, Ma, I love you, Ma," ucap Fitriana sambil mengusap air mata.
Fitriana masih tidak percaya, status yang berlanjut saling balas pesan di WA itu merupakan komunikasi terakhirnya dengan Farhat.
Kini, Fitriana mencoba menguatkan hati untuk menerima kematian putranya dengan lapang dada. Kepergian Farhat yang begitu cepat dianggap garis takdir yang ditetapkan oleh Allah.
"Apa pun itu harus tetap diterima dengan ikhlas. Walaupun itu adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan," kata perempuan berhijab itu.
