Pidato Keras Presiden Kolombia di Sidang Umum PBB: Genosida di Gaza-Kritik Trump

26 September 2025 11:05 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pidato Keras Presiden Kolombia di Sidang Umum PBB: Genosida di Gaza-Kritik Trump
Presiden Kolombia menyampaikan pidato keras di Sidang Umum PBB. Apa saja yang dia sampaikan?
kumparanNEWS
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan pidato yang keras dan tegas di Sidang Umum PBB Foto: Eduardo Munoz/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan pidato yang keras dan tegas di Sidang Umum PBB Foto: Eduardo Munoz/REUTERS
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan pidato yang keras dan tegas di Sidang Umum PBB di New York.
Dalam pidatonya pada Selasa (23/9) waktu setempat, Petro mendesak agar pendekatan lebih agresif dilakukan untuk menghentikan genosida yang terjadi di Gaza.
"Saya menyerukan pembentukan pasukan kuat dari negara-negara yang tidak menerima genosida untuk membentuk pasukan penjaga perdamaian di Gaza," katanya, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (26/9).
"Diplomasi telah dicoba di Gaza. Diplomasi tidak dapat menyelesaikan situasi," kata Petro yang tampil dengan gaya khasnya di forum internasional, kemeja putih tanpa dasi.
Petro kemudian berbicara ke arah Presiden Prancis Emmanuel Macron. Macron merupakan salah satu pihak yang menggagas KTT Two State Solution bersama Arab Saudi yang digelar satu hari sebelum Sidang Umum PBB.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan pidato yang keras dan tegas di Sidang Umum PBB Foto: Eduardo Munoz/REUTERS
"Saya minta maaf, Presiden Macron. Kita bisa terus bersikeras, sementara setiap hari, setiap menit rudal ditembakkan dan menghancurkan tubuh bayi dan anak-anak di negara Arab Palestina. Setiap hari ada keputusan, resolusi yang diveto di Dewan Keamanan (PBB). Setiap hari semakin banyak anak-anak yang tewas, semakin banyak bom, semakin banyak yang tewas," ujarnya.
Menurut Petro, langkah awal adalah mengambil tindakan yang mengikat di Sidang Umum PBB.
"Apakah kita bisa menghentikan genosida dengan pemungutan suara di Sidang Umum? Itu yang dapat kita lakukan, alih-alih pemungutan suara di Dewan Keamanan, karena sudah diveto," tuturnya.
Delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa menyaksikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berpidato pada Sidang Umum ke-80 di Markas Besar PBB di New York City, Selasa (23/9/2025). Foto: Jeenah Moon/REUTERS
Kesempatan itu juga dipakai Petro untuk melayangkan kritik pedas kepada Presiden AS Donald Trump. Dia menyinggung keputusan Trump mencabut sertifikasi Kolombia sebagai mitra dalam perang melawan narkoba AS bulan ini. Petro menyatakan keputusan itu bermotif politik.
"Saya tidak tahu jika Trump tahu bahwa kebijakan luar negerinya terhadap Kolombia, Venezuela, dan Karibia didasarkan pada nasihat dari warga Kolombia yang merupakan sekutu mafia kokain," ungkapnya.
"Saya sendiri mengecam politisi itu," lanjutnya.
"Mereka tidak mau saya jadi presiden. Mereka ingin saya tutup mulut, dan mereka tidak mau pemerintah progresif lain kembali terpilih. Inilah kenapa sertifikasi saya dicabut secara pribadi," ujarnya.
Petro juga mengkritik dukungan AS terhadap serangan Israel di Gaza.
Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan saat menghadiri upacara peringatan untuk komentator konservatif Charlie Kirk yang tewas terbunuh di Stadion State Farm, Glendale, Arizona, AS, Minggu (21/9/2025). Foto: Daniel Cole/REUTERS
Petro lebih lanjut mengkritik langkah Trump menyerang setidaknya tiga kapal yang diklaim sebagai kapal penyelundup narkoba. Trump menyebut serangan militer dibutuhkan untuk mengatasi terorisme narkoba.
Petro menyatakan apa yang dilakukan Trump merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Dia juga mengkritik motif Trump dalam membendung migrasi ilegal ke AS.
Presiden Kolombia Gustavo Petro menyampaikan pidato yang keras dan tegas di Sidang Umum PBB Foto: Eduardo Munoz/REUTERS
"Migrasi merupakan alasan sehingga masyarakat kaya -- kaya, kulit putih, dan rasis -- menganggap diri mereka sebagai ras yang superior dan tidak menyadari bahwa pemimpinnya sedang menuntun mereka ke jurang kehancuran," tuturnya.
"Mereka bilang rudal di Karibia digunakan untuk menghentikan perdagangan narkoba. Itu bohong," tegasnya.
Petro mengeklaim dapat menghentikan perdagangan kokain di Kolombia tanpa menembakkan satu pun rudal.
"Apakah perlu (menembakkan rudal) kepada anak-anak muda miskin tak bersenjata di Karibia? Kebijakan antinarkoba tidak dimaksudkan untuk menghentikan kokain yang datang ke Amerika Serikat. Kebijakan antinarkoba untuk mendominasi masyarakat Selatan secara keseluruhan," pungkasnya.
Trending Now