PM Australia Ungkap Pelaku Penembakan Pantai Bondi Terpapar Ideologi ISIS

16 Desember 2025 10:29 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PM Australia Ungkap Pelaku Penembakan Pantai Bondi Terpapar Ideologi ISIS
Penembakan massal itu dilakukan di Sydney akhir pekan lalu.
kumparanNEWS
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. Foto: Ajeng Dinar Ulfiana/REUTERS
Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese mengungkap, pelaku penembakan di Pantai Bondi, Sydney, terpapar ideologi ISIS. Penembakan massal itu terjadi pada Minggu, 14 Desember.
Pelaku teridentifikasi sebagai ayah dan anak, yaitu Sajid Akram dan Naveed Akram. Aksi teror itu menyebabkan 15 orang warga dan Sajid tewas. Puluhan lainnya menderita luka-luka.
Penembakan massal itu saat Pantai Bondi dipenuhi warga untuk merayakan hari raya Yahudi, Hanukkah. Peristiwa berdarah tersebut menjadi salah satu kejadian penembakan paling mematikan dalam sejarah Australia.
Polisi berjaga usai penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025). Foto: David Gray/AFP
Pada Selasa (16/12) Albanese melaporkan hasil investigasi awal yang digelar penegak keamanan setempat. Hasilnya, Sajid dan Naveed telah dirasuki ideologi kebencian yang disebarkan ISIS.
"Tampaknya hal ini dimotivasi oleh ideologi ISIS," kata Albanese kepada stasiun televisi nasional ABC, seperti dikutip dari AFP.
"Dengan munculnya ISIS lebih dari satu dekade lalu, dunia telah bergulat dengan ekstremisme dan ideologi kebencian ini," sambung dia.
Anggota tim penyelamat polisi membawa tandu ke dalam tenda, di lokasi penembakan selama perayaan hari raya Yahudi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, Senin (15/12/2025). Foto: Hollie Adams/REUTERS
Albanese kemudian menambahkan, Naveed pada 2019 sudah menjadi perhatian khusus intelijen Australia. Sayangnya, Naveed tidak dianggap sebagai ancaman oleh intelijen.
β€œKetika itu dia tak nampak sebagai sosok patut dicurigai,” jelas Albanese.
Saat ini Naveed (24) masih dirawat dalam kondisi koma di rumah sakit. Aparat keamanan memastikan rumah sakit tempat Naveed berada dijaga ketat.
Trending Now