PM Malaysia Kunjungan ke RI, Polda Metro Siapkan Penutupan Jalan 28-29 Juli
28 Juli 2025 15:34 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
PM Malaysia Kunjungan ke RI, Polda Metro Siapkan Penutupan Jalan 28-29 Juli
Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas jelang kedatangan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia pada hari ini, Senin (28/7).kumparanNEWS

Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas jelang kedatangan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim ke Indonesia pada hari ini, Senin (28/7). Penutupan jalan akan dilakukan secara situasional.
"Indonesia akan kembali menerima kunjungan Tamu Kenegaraan dari Perdana Menteri Malaysia hari ini 28 Juli 2025 s/d 29 Juli 2025. Sebagai bentuk penghormatan, akan ada pengawalan dan penutupan jalan sementara di beberapa titik utama Jakarta," demikian keterangan Ditlantas Polda Metro Jaya lewat akun X @TMCPoldaMetro.
Polisi meminta masyarakat untuk bersabar dan mengatur ulang rute perjalanannya. Kepolisian memastikan jalan akan segera dibuka usai rombongan melintas.
Adapun ruas jalan yang akan terdampak sebagai berikut:
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan akibat pengaturan arus lalu lintas ini," ujarnya.
"Mari kita berikan ruang sebagai bentuk penghargaan kepada tamu negara dan sebagai wujud persaudaraan antara dua bangsa serumpun," tambah keterangan itu.
Kunjungan PM Malaysia Anwar Ibrahim
Kunjungan Anwar Ibrahim ke Indonesia pada 28โ29 Juli 2025 dalam rangka Konsultasi Tahunan ke-13 bersama Presiden RI Prabowo Subianto, mengutip dari siaran pers resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia, Minggu (27/7).
Anwar akan didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Premier Sarawak Abang Johari Openg, Ketua Menteri Sabah Hajiji Noor, Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan, Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution, Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Tengku Zafrul, serta Menteri Pendidikan Fadhlina Sidek.
Konsultasi ini merupakan mekanisme bilateral tingkat tertinggi antara Malaysia dan Indonesia yang telah berlangsung bergantian sejak 2006. Forum ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan, konektivitas, ketahanan pangan, dan pendidikan.
