Polisi Dalami Isu Bunuh Diri Pelajar yang Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik

7 Agustus 2025 18:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Dalami Isu Bunuh Diri Pelajar yang Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik
Polres Simalungun tengah mendalami tewasnya pelajar SMP bernama Frans Stevenly (14). Frans diduga tewas bunuh diri.
kumparanNEWS
Pelajar SMP di Kabupaten Simalungun, Sumut, ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan tangan seolah-olah terikat. Foto: Dok. Polres Simalungun
zoom-in-whitePerbesar
Pelajar SMP di Kabupaten Simalungun, Sumut, ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik dan tangan seolah-olah terikat. Foto: Dok. Polres Simalungun
Polres Simalungun tengah mendalami tewasnya pelajar SMP bernama Frans Stevenly (14). Frans diduga tewas bunuh diri.
Jasad Frans ditemukan tewas dengan kepala terbungkus plastik di kamarnya, di Kecamatan Bandar Selamat, Kabupaten Simalungun, Sumut pada Rabu (6/8).
“Ada juga dugaan bahwa korban berniat bunuh diri, namun masih didalami lebih lanjut jika itu benar dan apa penyebabnya,” kata Kasi Humas Polres Simalungun AKP Very Purba pada Kamis (7/8).
Untuk itu, kata Very, pihaknya akan mendalami semua informasi dari saksi. Di sisi lain, pihaknya menunggu hasil autopsi untuk mengetahui penyebab mati korban.
Tapi, Very memaparkan hasil pemeriksaan sementara: Tidak ditemukan tanda-tanda Frans tewas dibunuh.
“Pada saat olah TKP, korban di dalam kamar yang terkunci dari dalam, dengan situasi korban sudah meninggal,” kata Very.
“Indikasi dibunuh belum ditemukan, karena situasi rumah semua tertutup rapat dari dalam,” jelasnya.
Frans ditemukan dengan kondisi kepala terbungkus kantong plastik dan tangan memegang tali seolah-olah terikat pada Rabu (6/8) kemarin. Narasi soal kematian Frans dengan kondisi terikat ini pun beredar di media sosial.
“Informasi kalau korban diikat itu tidak benar, namun muka tertutup plastik itu benar,” kata Very.
Very mengatakan, Stevenly tinggal bersama kakak dan ibunya. Saat hari kejadian, kakak dan ibunya tengah berpergian ke luar kota.
“Hari Senin korban masih sekolah, Selasa dugaan meninggal. Korban ini dititipkan ke pamannya yang tidak jauh dari rumah mereka,” jelasnya.
“Karena hari Selasa korban ini tidak bisa dihubungi oleh ibunya, maka ibunya minta tolong ke pamannya itu untuk melihat anaknya (korban), baru diketahui keadaannya (sudah meninggal di kamar),” jelasnya.
Trending Now