Polisi Minta Keterangan Dokter yang Tangani Korban Bullying SMP 19 Tangsel

17 November 2025 11:21 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Minta Keterangan Dokter yang Tangani Korban Bullying SMP 19 Tangsel
Polisi meminta keterangan kepada dokter untuk mengetahui penyebab kematian remaja tersebut. Apakah karena penyakit atau hantaman benda tumpul.
kumparanNEWS
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Tangsel, AKBP Victor Inkiriwang. Foto: Dok. Istimewa
Polres Tangerang Selatan kini fokus meminta keterangan dari dokter yang menangani MH (13), siswa SMPN 19 Tangsel yang meninggal dunia usai dirawat seminggu di rumah sakit.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menelusuri riwayat medis korban dan memastikan ada tidaknya kaitan antara penyakit yang diderita korban dengan dugaan bullying yang dilaporkan keluarga.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang mengatakan, hingga saat ini enam saksi telah dimintai keterangan.
β€œEnam, enam saksi,” ujar Victor saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (17/11).
Suasana pemakaman MH (13) siswa SMPN 19 Tangsel yang diduga menjadi korban bullying, di pemakaman keluarga di Ciater, Serpong, Minggu (16/11/2025). Foto: kumparan
Victor menuturkan polisi kini tengah berkoordinasi dengan dokter yang menangani MH, untuk mencari tahu penyebab kematian remaja tersebut. Apakah karena penyakit, atau hantaman benda tumpul.
β€œSementara koordinasi dengan dokter yang menangani,” ucap Victor.
Victor menegaskan, polisi kini memprioritaskan penelusuran informasi medis dari dokter.
β€œIya, jadi kita memang dari kemarin dan hari ini sementara fokus mengambil keterangan informasi dari pihak kedokteran yang menangani almarhum,” ujarnya.
Suasana pemakaman MH (13) siswa SMPN 19 Tangsel yang diduga menjadi korban bullying, di pemakaman keluarga di Ciater, Serpong, Minggu (16/11/2025). Foto: kumparan
Ia juga menyebut proses autopsi belum diputuskan, karena masih mendalami keterangan dari dokter yang menangani MH.
β€œSampai saat ini kita masih mendalami dulu dari tim kedokteran, tim rumah sakit yang menangani. Kita juga kemarin sudah berkoordinasi, berkomunikasi secara intensif ke pihak keluarga korban,” ujar Victor.
MH meninggal dunia setelah seminggu dirawat di rumah sakit. Ia sebelumnya diduga mengalami penganiayaan oleh teman sekolahnya. Kuasa hukum keluarga, Alvian, menyebut laporan dugaan bullying telah disampaikan ke polisi oleh KPAI dan UPTD PPA Kota Tangsel.
Polisi saat ini masih menunggu hasil medis untuk memastikan penyebab kematian MH.
Suasana rumah duka almarhum siswa SMPN 19 Tangsel yang mengalami bullying. Foto: Dok. Istimewa
Sementara itu, MH dikabarkan telah mengalami bullying sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Puncaknya terjadi pada Senin (20/10), ketika kepala korban diduga dipukul menggunakan bangku besi. Kondisi MH menurun drastis sejak insiden tersebut hingga akhirnya dirawat dan kemudian dirujuk ke RS Fatmawati.
Kakak korban, Rizki, menyebut adiknya baru berani bercerita setelah kondisinya memburuk.
β€œYang paling parah, dipukul kursi di kepalanya. Si korban baru cerita semua pas kejadian sudah parah,” kata Rizki.
Trending Now