Polisi: Para Turis Muntah-Diare di Hostel Bali Tak Makan Bersama, Solo Traveler
24 November 2025 15:53 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Polisi: Para Turis Muntah-Diare di Hostel Bali Tak Makan Bersama, Solo Traveler
Meski banyak tamu hostel itu yang mengalami muntah dan diare, mereka tidak makan bersama. Mereka juga merupakan solo traveler.kumparanNEWS

Backpacker asal China bernama Deqing Zhuoga (perempuan, 25 tahun) ditemukan tewas di sebuah ostel di Canggu, Bali, Selasa (2/9) sekitar pukul 11.00 WITA. Deqing sempat mengalami diare dan muntah sebelum dinyatakan tewas.
Gejala yang sama juga dialami 6 turis lain yang menginap di sana. Para turis ini dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Mereka kini dinyatakan sembuh.
Mereka adalah WN China bernama Mingmin Lei (perempuan, 37 tahun), WN Jerman Melanie Irene (perempuan, 22 tahun) dan WN Jerman Alisa Kokonozi (perempuan, 22 tahun).
WN Arab Saudi Alahmadi Yousef Mohammed (laki-laki, 26 tahun), WN Filipina Cana Clifford Jay (laki-laki, 27 tahun) dan WN China Zhou Shanshan (perempuan, 29 tahun).
"Pengakuannya (salah satu korban) kepada penyidik memang iya (gejala sakit sama yaitu diare dan muntah) tetapi perbedaannya mungkin dia langsung melaksanakan pengobatan secara mandiri waktu itu (sehingga sembuh)," kata Wakapolres Badung Kompol I Gede Suarmawa di halaman Polres Badung, Senin (24/11).
Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polres Badung AKP Azarul Ahmad mengatakan, belum bisa memastikan penyebab para turis ini diserang penyakit diare dan muntah secara bersamaan.
Dia menegaskan, para korban merupakan turis yang melakukan perjalanan wisata seorang diri atau solo travel. Mereka tidak saling kenal dan tidak pernah makan bersama. Bahkan Deqing tercatat hanya satu kali makan di hostel itu.
"Jadi korban dan konsep hostel itu, dia satu kamar ada diisi 6 sampai 8 orang sehingga korban ini datang ke sini solo traveler, dia sendiri dia tidak saling mengenal satu sama lain, sehingga dia antara satu dan teman yang lainnya yang ada di hotel itu tidak saling kenal," katanya.
Polisi sudah memeriksa korban lain bernama Zhou Shanshan. Zhou menyatakan sempat makan di sebuah restoran di luar Kabupaten Badung. Namun, Zhou dan korban lain tidak makan bersama di restoran hostel.
"Kemudian yang kita ambil keterangannya menyampaikan bahwa dia sempat makan di ada satu restoran, di luar wilayah Badung dia makan di sana dan tidak makan di restoran hostel seperti itu. Jadi kita tidak bisa pastikan (penyebab diare) karena berbeda-beda tempat makan seperti itu," katanya.
Azarul mengaku masih menyelidiki kebersihan lingkungan pada hostel untuk mengusut kasus ini. "Dari pemeriksaan tempat layak dan tidak itu butuh pemeriksaan lebih lanjut terkait dengan kelayakan tempat itu masih dalam penyelidikan kita," katanya.
Berdasarkan hasil otopsi, Deqing diduga tewas akibat iritasi saluran pencernaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Badung, Made Padma Puspita, mengatakan, dari pemeriksaan lapangan, diketahui bahwa satu kamar hostel ditempati 4 hingga 16 orang dengan penggunaan kamar mandi secara bergantian.
Menurut Padma, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penularan penyakit apabila kebersihan tidak optimal.
Namun, Dinkes menegaskan bahwa analisis ini bersifat indikatif dan bukan penetapan penyebab pasti, karena penyebab hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium pada pasien.
Dinkes tak bisa melakukan pemeriksaan atau pengambilan sampel lebih lanjut karena para turis itu sudah meninggalkan Bali dan kembali ke negara asalnya.
โKami tidak bisa memastikan penyebab pasti keluhan para wisatawan tersebut, karena sebagian besar sudah check out dan pulang ke negara asal sehingga pemeriksaan sampel klinis tidak dapat dilakukan,โ ujar Padma, Jumat (21/11).
