Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Dugaan Teror dan Intimidasi DJ Donny

7 Januari 2026 18:19 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Periksa 5 Saksi Terkait Dugaan Teror dan Intimidasi DJ Donny
Polda Metro Jaya masih menyelidiki dugaan teror dan intimidasi yang dialami oleh DJ Donny.
kumparanNEWS
Selebgram Ramon Dony Adam atau DJ Donny saat melapor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Selebgram Ramon Dony Adam atau DJ Donny saat melapor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Kasus dugaan teror dan intimidasi yang dialami selebgram Ramon Dony Adam atau DJ Donny kini diselidiki Polda Metro Jaya. Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi.
"Lima orang. Sesuai dengan yang mengetahui, yang mendengar, melihat ataupun mengalami," ujar Iman terkait jumlah saksi yang diperiksa, di Hotel Le Meridien, Rabu (7/1).
Penyelidikan, kata Imam masih terus dilakukan. Ia belum bisa memastikan siapa tersangka dalam kasus ini.
"Untuk fakta-fakta hukum yang ditemukan oleh penyelidik kami nanti akan segera. Mudah-mudahan segera bisa mekonstruksikan pasalnya maupun mengarah ke tersangka yang siapa," tuturnya.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menerima laporan dugaan teror dan intimidasi yang dialami DJ Donny. Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT POLDA METRO JAYA dan dilaporkan dengan sangkaan Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.

DJ Donny Melapor ke Polda Metro Jaya

DJ Donny melaporkan dua peristiwa yang diduga sebagai bentuk teror. Peristiwa pertama berupa pengiriman paket berisi bangkai ayam ke rumahnya. Peristiwa kedua adalah pelemparan bom molotov yang terekam kamera pengawas pada dini hari.
โ€œJadi kan kemarin saya dapat teror, ya, intimidasi. Dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Kalau hal tersebut sih saya enggak ada masalah ya,โ€ ujar DJ Donny saat membuat laporan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (31/12).
Ia menjelaskan, peristiwa pelemparan bom molotov itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dan terekam kamera CCTV rumahnya.
โ€œLalu, semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya. Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan,โ€ ucapnya.
Menurut DJ Donny, pecahan kaca dan sisa bom molotov masih berada di lokasi kejadian dan belum disentuh karena akan dijadikan barang bukti.
โ€œJadi pecahan kaca dan pecahan bom molotovnya masih ada di rumah saya. Masih ada di rumah saya, belum saya apa-apain di TKP-nya, makanya saya mau lapor dulu,โ€ katanya.
Ia menilai aksi tersebut sudah melampaui batas karena berpotensi membahayakan orang lain, termasuk keluarga dan tetangga sekitar.
โ€œKarena kalau hal ini, menurut saya, tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,โ€ ujar DJ Donny.
DJ Donny mengungkapkan, teror pertama berupa paket bangkai ayam terjadi pada Senin (29/12) malam. Paket tersebut dikirim tanpa identitas pengirim dan berisi pesan ancaman.
โ€œAyam dipotong kepalanya, dan ada tulisan ancaman, โ€˜Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media, kalau masih bla bla bla bla, kamu akan seperti ayam ini,โ€™โ€ tuturnya.
Ia menyebut, rekaman CCTV baik untuk peristiwa pengiriman paket maupun pelemparan molotov telah diamankan sebagai bukti. Dalam rekaman molotov, terlihat dua orang pria mengenakan masker dan jas hujan.
โ€œAda satu. Itu jelas, dia lagi bakar, dua orang lagi bakar, lempar, tu, pecah, das!โ€ katanya.
Untungnya, tidak ada korban maupun kerusakan serius akibat peristiwa tersebut. Ia berharap kasus ini dapat diusut tuntas karena menurutnya teror serupa juga dialami oleh sejumlah pihak lain.
โ€œIni harus diungkap, harus benar-benar diungkap. Karena kenapa? Bukan hanya saya saja yang jadi korban. Tapi ada orang lain juga,โ€ ujarnya.
DJ Donny menegaskan, laporan dibuat bukan semata demi dirinya, melainkan demi keamanan lingkungan sekitar.
โ€œSaya melapor ini karena sudah bukan ancaman diri saya sendiri, tapi sudah ancaman orang banyak,โ€ katanya.
Trending Now