Polisi: Reno dan Farhan Bukan Korban Pembunuhan, Terjebak saat Kebakaran
7 November 2025 19:58 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Polisi: Reno dan Farhan Bukan Korban Pembunuhan, Terjebak saat Kebakaran
Kerangka Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, saat kericuhan Agustus lalu. Polisi memastikan keduanya bukan korban pembunuhan. kumparanNEWS

Kerangka Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputra Dewo ditemukan di Gedung ACC Kwitang, Jakarta Pusat, saat kericuhan akhir Agustus lalu.
Polisi memastikan keduanya bukan korban pembunuhan. Mereka meninggal dunia di dalam gedung karena terperangkap saat gedung terbakar.
"Bukan (korban pembunuhan). Yang bersangkutan terperangkap di gedung yang terbakar pada saat aksi kerusuhan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, di RS Polri Kramat Jati pada Jumat (7/12).
Budi menyebut kerangka dua korban berdekatan, hanya berjarak sekitar 1 atau 2 meter ketika ditemukan. Mereka ditemukan di lantai dua gedung yang sehari-hari dipakai oleh para pekerja untuk beraktivitas.
"Saling berdekatan (dua jenazah), kedua (jenazah) itu di lantai dua yang terjebak juga karena memang di lantai dua itu di teralis, jadi tidak bisa untuk melarikan diri," ucap dia.
Sebelumnya, dua kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan oleh tim teknis gedung yang hendak mengecek konstruksi gedung untuk dilakukan renovasi.
Renovasi dilakukan karena gedung itu sempat terbakar ketika terjadi demo yang berujung kericuhan di Kwitang.
Temuan dua kerangka manusia itu lantas dikaitkan dengan Reno dan Farhan yang dilaporkan hilang setelah demo. Keluarga dari Reno dan Farhan lalu diambil sampelnya untuk kepentingan tes DNA. Hasil tes DNA kemudian memastikan identitas dua kerangka itu adalah Reno dan Farhan.
