Polisi Selidiki Kasus Ambruknya Atap Bangunan Asrama Putri Ponpes di Situbondo

30 Oktober 2025 14:32 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Selidiki Kasus Ambruknya Atap Bangunan Asrama Putri Ponpes di Situbondo
Polres Situbondo kini masih menyelidiki kasus ambruknya atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani
kumparanNEWS
Atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, ambruk, pada Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. BPBD Jatim
zoom-in-whitePerbesar
Atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, ambruk, pada Rabu (29/10/2025). Foto: Dok. BPBD Jatim
Polres Situbondo menyelidiki kasus ambruknya atap bangunan asrama putri Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syeh Abdul Qodir Jaelani Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/10) sekitar pukul 01.00 WIB dan menewaskan 1 santriwati warga Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
"Masih proses penyelidikan dengan tetap memperhatikan situasi Ponpes yang masih berkabung dan proses recovery para korban," kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan saat dikonfirmasi, Kamis (30/10).
Agung belum menjelaskan lebih lanjut apakah pihaknya telah memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno, mengatakan ambruknya atap bangunan ponpes tersebut diduga akibat hujan lebat dan angin kencang.
"Serta adanya keretakan pada beberapa bagian bangunan merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi pada tanggal 25 September 2025," kata Satrio saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan mengatakan total ada 19 santri yang berada di kamar pondok saat peristiwa terjadi.
Dari 19 santriwati, 14 orang di antaranya mengalami luka ringan, 4 orang dirawat di rumah sakit dan 1 orang meninggal.
"Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal," katanya.
Trending Now