Polisi Selidiki Kasus Bocah 4 Tahun Terkena Peluru Nyasar di Medan

6 Januari 2026 22:34 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Selidiki Kasus Bocah 4 Tahun Terkena Peluru Nyasar di Medan
Seorang bocah perempuan bernama Asmi Anggraini (4) terkena tembakan peluru nyasar di bagian kelopak mata saat terjadi tawuran di Belawan, Kota Medan, pada hari Senin (5/1).
kumparanNEWS
Kondisi anak yang menjadi korban penembakan bagian kelopak mata sebelah kanan saat tawuran di Belawan, Medan, Selasa (6/1/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi anak yang menjadi korban penembakan bagian kelopak mata sebelah kanan saat tawuran di Belawan, Medan, Selasa (6/1/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan
Seorang bocah perempuan bernama Asmi Anggraini (4) terkena tembakan peluru nyasar di bagian kelopak mata saat terjadi tawuran di Belawan, Kota Medan, pada hari Senin (5/1).
Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut. Mereka belum bisa memastikan jenis senjata api yang digunakan pelaku.
"Lagi sedang dilidik ya. Apakah dia kena senapan atau tidak, karena belum ada hasil pastinya," kata Wahyudi saat dikonfirmasi, Selasa (6/1).
Selain itu, polisi juga belum dapat menyimpulkan dari mana sumber peluru nyasar tersebut.
"Kita belum tahu, apakah penyebabnya karena tawuran atau bagaimana. (Sedang) penyelidikan," ujar Wahyudi.
Sebelumnya anak tersebut bersama dengan ibunya, Romanda Siregar (31) naik becak hendak menjemput ayah mereka di Pajak Baru. Namun, di tengah perjalanan terjadi tawuran yang menyebabkan lalu lintas macet.
Tak lama kemudian, anaknya tiba-tiba menjerit. Romanda terkejut saat melihat darah bercucuran dari kelopak mata anaknya.
Romanda langsung memeluk anaknya yang berlumuran darah dan membawanya ke Rumah Sakit Prima Husada Cipta (PHC) Medan. Namun, saat itu jalur menuju rumah sakit tidak dapat dilalui karena tawuran.
Akhirnya, Romanda membawa anaknya ke Rumah Sakit dr. Pringadi Medan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Romanda mengaku kesulitan membiayai pengobatan anaknya. Terlebih, mereka tidak memilik BPJS.
"Terhadap pemerintah, tolong dibantu. Bagaimana caranya supaya anak saya ini bisa dikeluarkan pelurunya," ucap Romanda.
"Setiap dia nangis air mata keluar darah. Tolonglah anak saya," tutup Romanda.
Trending Now