Polisi Soal Tes DNA dan Forensik Kerangka di Pohon Aren: Lama karena Sisa Tulang

22 September 2025 18:49 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi Soal Tes DNA dan Forensik Kerangka di Pohon Aren: Lama karena Sisa Tulang
Tim membutuhkan waktu cukup lama karena sampel yang diambil hanya tinggal tulang belulang.
kumparanNEWS
Penemuan kerangka tulang belulang manusia di Serdang Bedagai, Selasa (9/9/2025). Foto: Kasi Humas Polres Sergai
zoom-in-whitePerbesar
Penemuan kerangka tulang belulang manusia di Serdang Bedagai, Selasa (9/9/2025). Foto: Kasi Humas Polres Sergai
Penemuan kerangka di dalam pohon aren di Desa Pematang Ganjang, Sei Rampah, Serdang Bedagai, Sumut, pada Selasa (9/9), menyisakan misteri. Hingga saat ini polisi belum mengungkap identitas kerangka tersebut.
Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, Iptu LB Manullang, mengatakan pihaknya tengah melakukan tes DNA dan forensik terhadap tulang belulang itu.
Namun, hasilnya hingga kini belum keluar. Tim membutuhkan waktu cukup lama karena sampel yang diambil hanya berupa tulang belulang.
β€œBelum (ada hasilnya), karena tulang belulang. Kalau tubuh korban masih basah, hasilnya lebih cepat,” kata Manullang saat dihubungi, Senin (22/9).
β€œIni kan tulang belulang, susah. Kalau masih ada dagingnya (mayat) lebih cepat,” imbuhnya.
Hasil forensik dan tes DNA kerangka tersebut diperkirakan keluar sekitar dua minggu ke depan.
Sebelumnya, diketahui ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya sejak dua tahun lalu.
LB Manullang menyebut, keluarga warga itu sudah melakukan tes DNA untuk memastikan apakah kerangka tersebut memang anggota keluarga mereka.

Awal Penemuan

Penemuan kerangka tulang belulang manusia di Serdang Bedagai, Selasa (9/9/2025). Foto: Kasi Humas Polres Sergai
Kerangka itu ditemukan warga di dalam pohon aren yang tumbang pada Selasa (9/9).
Awalnya, saksi Ahmad Munir (33) akan menebang pohon aren yang sudah kopong tersebut karena sudah mati selama lima tahun. Pohon itu masih berdiri karena diapit dua pohon petai di kanan-kirinya.
β€œIya (kopong). Jadi, waktu dibongkar pohon itu, saya ada di situ. Pohon ini sudah mati lima tahun lalu, tapi posisinya masih berdiri,” ujar Munir saat dihubungi, Senin (15/9).
β€œTapi memang tidak tumbang, karena ada sanggahannya pohon petai. Kemarin, saat ada angin puting beliung, pohon petainya patah dan pohon arennya ikut tumbang,” sambung Munir.
Dari belahan pohon aren yang kopong itu, Munir kemudian menemukan tulang belulang manusia.
β€œPohonnya tidak terbelah, cuma seperti disayat dari atas sampai bawah sehingga bisa dimasukkan (kerangka),” kata Munir.
Meski ada kerangka di dalamnya, pohon tersebut tidak mengeluarkan bau. Menurut Munir, hal itu karena pohon aren ditanam untuk menyerap bau septic tank yang ada di dekat lokasi pohon berdiri.
Trending Now