Polling kumparan: 81,93% Pembaca Setuju Game Online Dibatasi

24 November 2025 14:49 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polling kumparan: 81,93% Pembaca Setuju Game Online Dibatasi
Sebanyak 81,93 persen atau 1.034 pembaca kumparan setuju dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembatasan game online.
kumparanNEWS
Ilustrasi game mobile. Foto: aslysun/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi game mobile. Foto: aslysun/Shutterstock
Sebanyak 81,93 persen atau 1.034 pembaca kumparan setuju dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembatasan game online. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 14 hingga 21 November 2025.
Total ada sebanyak 1.262 responden telah menjawab polling ini. Sementara, 18,07 persen atau 228 responden berpendapat game online tak perlu dibatasi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan terkait pembatasan game online bermuatan kekerasan usai terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta.
"Beliau tadi menyampaikan bahwa, kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencoba bagaimana mencari jalan keluar terhadap pengaruh pengaruh dari gim online," kata Prasetyo Hadi usai rapat terbatas dengan para menteri dan jajaran di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11).
"Karena, tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ, ada hal-hal yang kurang baik, yang mungkin itu bisa memengaruhi generasi kita ke depan," lanjutnya.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
Prasetyo mencontohkan salah satu game online yang memuat konten negatif yakni PUBG. Dalam game tersebut, sejumlah jenis senjata yang ditampilkan dan adegan kekerasan dapat menjadi inspirasi para generasi muda.
"Misalnya contoh, PUBG. Itu kan di situ, kita mungkin berpikirnya ada pembatasan-pembatasan ya, di situ kan jenis-jenis senjata, juga mudah sekali untuk dipelajari, lebih berbahaya lagi," ujarnya.
Prasetyo juga meminta arahan Prabowo itu untuk jangan disalahartikan. Katanya, pembatasan artinya pengaturan.
β€œHanya kan, mohon maaf juga, jangan disalahartikan ya. Artinya, pembatasan mana, pembatasan ini adalah lebih kepada pengaturan,” ucap Prasetyo di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (13/11).
Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Komdigi, Raden Wijaya Kusumawardhana, ditemui usai acara Leadership Day 2025 di GIK UGM, Selasa (11/11/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Komdigi akan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto tersebut agar kejadian di SMAN 72 tak kembali terulang.
"Prinsipnya, apa pun yang menjadi kebijakan Presiden, akan kita harus tindak lanjuti. Bentuknya seperti apa, nanti ya dari Bu Menteri saja yang akan menjawabnya," kata Staf Ahli Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Komdigi, Raden Wijaya Kusumawardhana, ditemui usai acara Leadership Day 2025 di GIK UGM, Selasa (11/11).
Trending Now