Polling kumparan: 86,43% Pembaca Setuju Jika KRL Jabodetabek Beroperasi 24 Jam
26 November 2025 14:53 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Polling kumparan: 86,43% Pembaca Setuju Jika KRL Jabodetabek Beroperasi 24 Jam
Sebanyak 86,43 persen atau 1.713 pembaca kumparan setuju jika KRL Jabodetabek beroperasi 24 jam. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 19 hingga 26 November 2025.kumparanNEWS

Sebanyak 86,43 persen atau 1.713 pembaca kumparan setuju jika KRL Jabodetabek beroperasi 24 jam. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 19 hingga 26 November 2025.
Total ada sebanyak 1.982 responden telah menjawab polling ini. Sementara, 13,57 persen atau 269 responden tidak setuju dengan wacana tersebut.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian operasional layanan KRL hingga 24 jam.
βNanti saya coba koordinasi dengan Kereta Api Indonesia, saya mesti tanya sama KAI cost-nya kan mereka harus hitung juga. Apakah dengan mengaktifkan kereta 24 jam cost-nya seperti apa atau ada solusi lain,β ujar Dudy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/11).
Wacana tersebut muncul usai viral para buruh menginap di Stasiun Cikarang. Mereka rupanya tidak sempat naik KRL Jabodetabek jadwal keberangkatan terakhir menuju Bekasi dan Jakarta.
Berdasarkan pantauan kumparan di depan Stasiun Cikarang, stasiun itu memang seperti βhotel daruratβ saat dini hari. Taman hingga area parkir stasiun jadi tempat singgah para pekerja yang terlambat pulang.
Di Stasiun Cikarang, kereta terakhir melintas sekitar pukul 23.30 WIB. Sementara itu, kereta pertama baru beroperasi sekitar pukul 04.00 WIB. Di rentang waktu inilah, stasiun berubah menjadi 'hotel darurat'.
Salah satu yang menginap yakni Teguh (35). Dia adalah pekerja lembur yang menunggu kereta pertama untuk pulang.
"Pulang kerja ketinggalan kereta, terpaksa tidur di area parkir depan stasiun," ujarnya.
Tidur di depan stasiun bukan tanpa khawatir. Selain dinginnya malam, Teguh juga was-was dengan barang bawaannya.
"Takut kehilangan barang. Yang penting itu alat komunikasi, paling takut hilang," katanya.
Banyak yang menilai kondisi ini tidak ideal, terlebih bagi pekerja yang berpenghasilan pas-pasan dan harus pulang tengah malam karena sistem shift. Para pekerja yang rutin bermalam di stasiun punya harapan adanya akses untuk mereka beristirahat.
