Polres Sukoharjo Temukan Anggur Impor untuk Menu MBG Mengandung Sianida
7 November 2025 14:09 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Polres Sukoharjo Temukan Anggur Impor untuk Menu MBG Mengandung Sianida
SPPG Polres Sukoharjo menemukan buah anggur hijau yang akan diberikan kepada siswa penerima MBG terkontaminasi zat kimia sianida.kumparanNEWS

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Sukoharjo menemukan buah anggur hijau yang akan diberikan kepada siswa penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), terkontaminasi zat kimia berbahaya berupa sianida (CN).
Beruntung makanan tersebut tidak sampai dikonsumsi siswa penerima manfaat MBG
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan buah tersebut ditemukan pada Kamis (6/11) oleh petugas SPPG Polres Sukoharjo. Buah tersebut mengandung CN atau sianida sekitar 30 miligram.
βKami temukan buah anggur hijau mengandung kandungan CN atau sianida sekitar 30 miligram. Jumlah tersebut jika dikonsumsi tentu sangat berbahaya,β ujar Anggaito dalam keterangan pers di Mapolres Sukoharjo, Jumat (7/11).
Dia mengatakan temuan tersebut bermula dari prosedur pemeriksaan rutin terhadap setiap bahan baku yang akan disajikan di SPPG Polres Sukoharjo.
Pemeriksaan dilakukan dengan dua metode, yakni metode manual (pemeriksaan fisik dan organoleptik) serta metode kimia menggunakan alat rapid test.
βJadi SOP di SPPG Polri, termasuk di Sukoharjo ini, setiap hari bahan baku yang akan dikonsumsi besok harus dicek terlebih dahulu,β katanya.
Dia mengatakan pihaknya meminta sampel satu kilogram dari supplier untuk diuji dengan rapid test. Hasil pemeriksaan rapid test tersebut kemudian dijadikan acuan untuk menentukan apakah bahan tersebut layak dikonsumsi atau tidak.
βDalam kasus buah anggur hijau impor ini, hasil tes menunjukkan adanya kandungan sianida. Hasil keluar, kami langsung laporkan ke pimpinan dan berkoordinasi dengan BPOM, Dinas Pangan, serta instansi terkait lainnya. Rekomendasinya jelas, buah anggur tersebut tidak boleh disajikan dalam menu MBG,β tegasnya.
Dia mengatakan sebagai gantinya buah anggur diganti buah jeruk yang telah melalui proses pemeriksaan dan dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
βKami masih melakukan penelitian lebih lanjut terkait temuan tersebut, serta berkoordinasi dengan Mabes Polri dan instansi lainnya,β ucapnya.
Dinas Pangan Telusuri
Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo, Endang Tien, menambahkan bahwa sianida umumnya digunakan sebagai bahan racun tikus. Namun, pihaknya masih menelusuri bagaimana zat berbahaya tersebut bisa mencemari buah anggur impor tersebut.
βIni buah impor, kemungkinan bisa terjadi saat proses penanaman yang menggunakan pestisida, atau saat penyimpanan di gudang dengan penyemprotan anti-hama. Ini masih dalam tahap penelusuran dan penelitian,β kata Endang.
Dia menambahkan pihaknya membawa sampel buah anggur tersebut untuk diperiksa di laboratorium milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berada di Kartasura.
βBelum tentu seluruh bagian dalam satu kilogram buah itu mengandung sianida, karena itu kami perlu uji laboratorium untuk memastikan kadar dan sebarannya,β pungkasnya.
