PPATK: Pemain Judol Berpenghasilan Rp 5 Juta ke Bawah Berkurang 68 Persen
6 November 2025 14:16 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
PPATK: Pemain Judol Berpenghasilan Rp 5 Juta ke Bawah Berkurang 68 Persen
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, melaporkan adanya penurunan drastis jumlah pemain judi online dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.kumparanNEWS

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana, melaporkan adanya penurunan drastis jumlah pemain judi online dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menyebut 80 persen pemain judi online adalah masyarakat dengan penghasilan Rp 5 juta ke bawah. Namun hingga kuartal ketiga 2025, jumlah pemain dari kelompok ini berkurang hampir 68 persen.
βSaat ini dibandingkan tahun 2024, jumlah pemain dengan kategori penghasilan rendah berkurang 67,92 persen,β ujar Ivan di Kantor PPATK, Jakarta Pusat, Kamis (6/11).
Ivan menambahkan, βSecara keseluruhan jumlah pemain judi online hingga kuartal ketiga kemarin sudah berkurang 68,32 persen dibandingkan tahun 2024,β ungkapnya.
Ivan menilai penurunan itu merupakan hasil nyata dari kolaborasi berbagai lembaga pemerintah yang bekerja di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut upaya pemblokiran situs, penindakan rekening, dan pelaporan transaksi, mencerminkan keseriusan pemerintah melindungi masyarakat dari dampak judi online.
βFakta dan data mengatakan bahwa pertumbuhan judi online sudah berhasil dikurangi jauh di atas 50 persen,β ucapnya.
Sebelumnya, PPATK mengungkapkan data terkait peredaran uang judi online, maupun para pemain judi online. Pada kuartal pertama rentang Januari hingga Maret 2025, jumlah pemain judol mencapai lebih dari 1 juta orang. Dari angka tersebut, 71 persen merupakan masyarakat yang berpenghasilan di bawah Rp 5 juta.
"71 Persennya adalah mereka yang berpenghasilan 5 juta ke bawah. 71 persennya itu adalah saudara-saudara kita yang memang masih membutuhkan," kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, di Bareskrim Polri pada Rabu (7/5).
