PR Dihapuskan, Ahli: Sekolah Harus Pastikan Target Pembelajaran Siswa Tercapai
5 Juni 2025 19:06 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
PR Dihapuskan, Ahli: Sekolah Harus Pastikan Target Pembelajaran Siswa Tercapai
Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghapus PR (pekerjaan rumah) kepada siswa menuai sorotan dari psikolog pendidikan.kumparanNEWS

Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghapus PR (pekerjaan rumah) kepada siswa menuai sorotan dari psikolog pendidikan.
Psikolog Pendidikan Helsa mengatakan, apabila PR dihapuskan, maka sekolah tetap harus memastikan para siswa dapat mencapai proses pembelajaran yang telah ditentukan.
โMaka kan sebenarnya mungkin saja tidak diperlukan PR di rumah. Nah itu dengan catatan bahwa sekolah bisa memastikan proses pembelajaran sudah mencapai tujuan belajarnya gitu,โ tutur Helsa kepada wartawan, Kamis (5/6).
Menurutnya, selama ini PR bertujuan untuk memberikan penguatan akademik kepada siswa untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, kemampuan akademik siswa juga jauh lebih berkembang dengan adanya tugas tambahan.
โJadi pendalaman materi yang sudah diberikan di sekolah begitu itu didalami lewat PR, sehingga kemampuan anak itu akan lebih berkembang di materi tersebut gitu. Tapi di sisi lain juga sebenarnya memberikan PR itu sih bisa mengembangkan disiplinnya anak gitu ya. Rasa tanggung jawab bahwa ada nih yang harus saya kerjakan, โ katanya.
Banyak Faktor Siswa Menjadi Stres
Lebih lanjut, Helsa mengatakan, ada beberapa faktor seorang anak bisa mengalami stres. Bisa dari lingkungan pertemanan di sekolah dan kemampuan anak dalam beradaptasi. Oleh karena itu, pemberian PR bukanlah faktor utama anak mengalami stres.
"PR itu hanya salah satunya gitu, tapi banyak sekali faktor yang bisa mempengaruhi stres anak. Misalnya nih pertemanan, nah dia sama teman-temannya gimana punya kualitas relasi yang bagus (atau) nggak di dalam pergaulannya gitu ya. Atau misalnya gimana kemampuan adaptasinya di sekolah gitu,โ ungkapnya.
Larangan PR Buat Siswa di Jabar
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (Demul) melarang sekolah memberikan PR kepada siswa karena dinilai kurang efektif lantaran kebanyakan tugas tersebut dikerjakan oleh orang tua.
โKami hari ini mengeluarkan surat edaran itu, larangan membuat PR bagi guru untuk siswa-siswanya. Kenapa itu dilakukan? Pertama, selama ini PR-PR yang dibuat ke rumah itu dikerjakan oleh orang tuanya, jadi tidak efektif dibuat PR," kata Dedi di Gedung Pakuan, Bandung, Jabar, Rabu (4/6).
Selain itu, ia berharap tingkat depresi di kalangan pelajar dapat berkurang dengan adanya pelarangan tugas ini. Sehingga siswa dapat menikmati waktu luang di rumah lewat membaca, berolahraga atau membantu orang tua.
