Prabowo: Ada yang Katakan Kalau Bersatu Tidak Demokratis, Koreksi Silakan

5 Januari 2026 23:49 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo: Ada yang Katakan Kalau Bersatu Tidak Demokratis, Koreksi Silakan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung perdebatan soal persatuan dan demokrasi. Ia menyebut ada pihak yang mengatakan bahwa bersatu bukanlah hal yang demokratis.
kumparanNEWS
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta, Senin (5/1/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Jakarta, Senin (5/1/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung perdebatan soal persatuan dan demokrasi. Ia menyebut ada pihak yang mengatakan bahwa bersatu bukanlah hal yang demokratis.
Prabowo menegaskan bahwa kritik dan koreksi merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak disertai dengan fitnah yang justru merusak persatuan.
โ€œAda yang mengatakan kalau bersatu itu tidak demokratis. Loh, demokratis silakan. Koreksi silakan. Kritik, bagus. Tapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah,โ€ ujar Prabowo dalam pidatonya di acara Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
Ia menilai nilai-nilai agama secara tegas melarang kebohongan dan fitnah karena dampaknya yang destruktif bagi kehidupan berbangsa. Prabowo kemudian mencontohkan ajaran lintas agama terkait larangan berbohong dan menyebarkan fitnah.
โ€œSaya yakin, di agama Islam fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Di agama Kristen demikian juga. Thou shalt not lie. Kebohongan itu tidak baik. Apalagi kebohongan yang menimbulkan kecurigaan, kebohongan yang menimbulkan perpecahan, kebohongan yang menimbulkan kebencian. Ini bisa menghancurkan negara,โ€ katanya.
Dalam pidato tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik. Ia menyebut koreksi sebagai bentuk pengamanan bagi seorang pemimpin.
โ€œJadi yang harus kita perbaiki sekarang, kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi, saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan,โ€ pungkasnya.
Trending Now