Prabowo: Bangsa yang Tak Mau Investasi Pertahanan, Biasanya Jadi Bangsa Budak

11 Juni 2025 11:04 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo: Bangsa yang Tak Mau Investasi Pertahanan, Biasanya Jadi Bangsa Budak
Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya investasi di sektor pertahanan untuk kemajuan bangsa. Sebab itu kunci mempertahankan kedaulatan.
kumparanNEWS
Presiden RI Prabowo membuka acara Pembukaan Indodefence Expo & Forum, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden RI Prabowo membuka acara Pembukaan Indodefence Expo & Forum, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya investasi di sektor pertahanan untuk kemajuan bangsa. Sebab itu kunci mempertahankan kedaulatan.
β€œTapi sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas, biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak,” kata Prabowo dalam sambutannya di pembukaan Indo Defence Expo & Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/6),
Menurut Prabowo, perang memang destruktif dan penuh kehancuran. Namun di sisi lain, sejarah menunjukkan bahwa kekuatan pertahanan adalah sesuatu yang tak bisa diabaikan.
Tamu undangan pada acara Pembukaan Indodefence Expo & Forum, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Ia menyebut bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa cinta damai, tetapi lebih mencintai kemerdekaan. Di sinilah letak pentingnya kekuatan militer yang kokoh.
β€œPertahanan adalah salah satu jaminan terhadap kemerdekaan dan kesejahteraan,” ungkap Prabowo.
Acara Pembukaan Indodefence Expo & Forum, Jakarta, Rabu (11/6/2025). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden
Ia juga mengingatkan kembali sejarah panjang penjajahan yang dialami Indonesia. Menurutnya, ratusan tahun dijajah telah mengakibatkan kerusakan dalam berbagai aspek kehidupan bangsa, mulai dari budaya hingga politik.
β€œSejarah kita sendiri telah mengajarkan ke kita, bahwa ratusan tahun bangsa kita diduduki oleh bangsa lain, diduduki dan rakyat kita, masyarakat kita, budaya kita, politik kita dihancurkan dan kita menjadi milik bangsa lain dan kekayaan kita diambil,” tandasnya.
Trending Now