Prabowo dan PM Pakistan Tekankan Pentingnya Perdamaian-Stabilitas di Isu Kashmir
10 Desember 2025 9:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Prabowo dan PM Pakistan Tekankan Pentingnya Perdamaian-Stabilitas di Isu Kashmir
Prabowo dan PM Pakistan menyinggung perdamaian dan stabilitas dalam isu Jammu dan Kashmir. kumparanNEWS

Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Islamabad. Dalam pertemuan tersebut, keduanya bertukar pandangan mengenai sejumlah perkembangan regional dan global yang dinilai membutuhkan perhatian bersama.
Mereka menekankan pentingnya perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian isu-isu penting melalui dialog damai, khususnya dalam menangani persoalan di Jammu dan Kashmir.
"Kedua pihak menekankan pentingnya perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian isu-isu penting melalui dialog damai yang sejalan dengan prinsip-prinsip internasional yang relevan dan proses bilateral yang telah mapan di antara kedua pihak," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri, Rabu (10/12).
Kemlu menjelaskan, kedua negara sepakat pentingnya menjunjung tinggi multilateralisme di tengah dinamika geopolitik yang berkembang.
"Para pemimpin bertukar pandangan tentang perkembangan regional dan global. Mereka menekankan pentingnya menjunjung tinggi multilateralisme, memperkuat tata kelola global, dan memastikan PBB tetap menjadi pusat perhatian dalam mengatasi tantangan global," tulis Kemlu.
Kashmir merupakan wilayah yang menjadi sengketa dan diperebutkan Pakistan dan India. Ketegangan antara kedua negara terjadi pada tahun ini pasca teror yang terjadi di Pahalgam, Kashmir pada 22 April 2025 yang menewaskan 26 wisatawan, termasuk warga negara India dan Nepal.
Pakistan menyebut India tidak pernah menanggapi tawaran untuk membentuk tim investigasi internasional yang independen guna menyelidiki kasus penembakan turis itu.
"Sejak insiden serangan Pahalgam ini terjadi, kami telah mengutuknya. Kami telah menawarkan semua tingkat dukungan dalam menyelidiki ini dan mengungkap serangan teroris ini," kata Menteri Hukum dan Keadilan Pakistan, Aqeel Malik, di Kantor Kedubes Pakistan pada Kamis (15/5) lalu.
India, menurut Aqeel, malah menuding Pakistan sebagai dalang di balik aksi teror tersebut dan berujung serangan ke Pangkalan Udara Pakistan yang berlokasi di Shorkot, Provinsi Punjab, dan pangkalan udara Murid di Kota Chakwal, yang jaraknya sekitar 120 kilometer dari ibu kota Islamabad.
"Jika Pakistan memiliki sesuatu untuk disembunyikan, atau jika tangan kami kotor dalam hal ini, kami tidak akan pernah benar-benar menawarkan (investigasi) ini sejak awal," ucap dia.
