Prabowo Kenang Semasa di Akmil: SR 2-3 Siswa 1 Kamar Mandi, Saya Dulu 60 Orang

11 September 2025 15:29 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo Kenang Semasa di Akmil: SR 2-3 Siswa 1 Kamar Mandi, Saya Dulu 60 Orang
Prabowo senang melihat fasilitas sekolah rakyat, termasuk kamar siswa dan kamar mandi.
kumparanNEWS
Presiden Prabowo Subianto di SRMA 10 Jakarta Selatan, pada Kamis (11/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto di SRMA 10 Jakarta Selatan, pada Kamis (11/9/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto senang melihat fasilitas Sekolah Rakyat (SR). Dia lalu inget masa-masa saat masih menjalani pendidikan di Akademi Militer (Akmil).
"Saya kira untuk sekolah di Indonesia ini sudah sangat baik. Tempat tidurnya bagus, tiap tiga siswa, tiga siswi atau tiap dua siswi, satu kamar mandi. Saya dulu di Akademi Militer kita, 60 orang, kamar mandi yang los gitu. Pakai gayung," ucap Prabowo usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9).
Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Foto: Kemensos RI
Ia menyatakan akan terus meningkatkan fasilitas di berbagai sekolah, tidak hanya di Sekolah Rakyat. Salah satunya pengadaan tiga layar pintar di setiap sekolah yang memungkinkan pembelajaran jarak jauh.
"Kalau perlu, kita harus pakai teknologi. Sekarang pun kita sudah sebarkan, tapi baru mampu satu sekolah, satu layar digital pintar. Smart Digital Screen. Baru mampu satu sekolah satu," ucap dia.
Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Foto: Kemensos RI
Targetnya, pengadaan layar pintar menjangkau 330.000 sekolah pada tahun ini.
"November 10 saya dapat laporan, November 10, 100.000 sekolah akan dapat. Sekarang baru 10.000. Tahun depan kita tambah satu sekolah, tiga layar. Idealnya nanti satu kelas, satu layar," jelasnya.
Prabowo menegaskan, Sekolah Rakyat hadir untuk memberi kesempatan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin.
β€œAlhamdulillah, Sekolah Rakyat jadi (tempat bagi) anak-anak yang putus sekolah, bisa sekolah. Anak-anak yang tadinya mungkin merasa rendah diri karena orang tuanya sangat susah hidupnya, kita tarik keluar. Kita beri lingkungan yang sebaik-baiknya supaya mereka percaya diri dan dia dapat pendidikan terbaik yang bisa kita berikan,” tuturnya.
Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Foto: Kemensos RI
Salah satu siswa, Juniar Diah Afifah (16) asal Setiabudi, Jakarta Selatan, mengaku bahagia bisa bertemu langsung dengan Prabowo.
β€œTadi kan belajar di kelas, kemudian ada pengumuman Presiden mau datang, aku kaget tidak percaya. Tapi aku senang banget ketemu Pak Presiden, soalnya baru pertama kali bertemu,” ujar Diah.
Presiden Prabowo Subianto meninjau fasilitas Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025). Foto: Kemensos RI
Melalui Sekolah Rakyat pemerintah berkomitmen membuka jalan bagi setiap anak dari keluarga miskin untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sehingga dapat memutus transmisi kemiskinan.
Hingga kini, sebanyak 100 Sekolah Rakyat rintisan telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia. Menjelang akhir September, jumlah itu ditargetkan meningkat menjadi 165 lokasi dengan kapasitas 15.895 siswa, serta melibatkan 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik.
Trending Now