Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Prioritas Pendidikan: Brasil Sangat Penting

23 Oktober 2025 12:34 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prabowo Putuskan Bahasa Portugis Prioritas Pendidikan: Brasil Sangat Penting
Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas dalam disiplin pendidikan nasional.
kumparanNEWS
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva (kedua kiri) berjalan untuk pemeriksaan pasukan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva (kedua kiri) berjalan untuk pemeriksaan pasukan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas dalam disiplin pendidikan nasional.
Prabowo menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Brasil — negara di Amerika Selatan dengan Portugis sebagai bahasa resmi — yang dinilainya semakin penting dan strategis di kawasan selatan dunia.
“Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan di Indonesia," kata Prabowo saat working lunch dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10).
"Dan saya akan memberi petunjuk kepada Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Pendidikan Dasar untuk mulai mengajar bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita. Ini bukti bahwa kami memandang hubungan Brasil dan Indonesia sangat besar,” tambah dia.
Presiden Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Simbol Persahabatan Dua Negara

Prabowo menilai, kunjungan kenegaraan Presiden Lula ke Indonesia menjadi simbol semakin eratnya hubungan kedua negara.
Ia mengapresiasi sambutan hangat yang diterimanya saat berkunjung ke Brasília pada Juli lalu.
“Saya ucapkan terima kasih atas penerimaan yang sangat baik yang saya terima waktu saya berkunjung ke Brasil dalam kunjungan kenegaraan, dan sekarang Yang Mulia Presiden Brasil membalas kunjungan kenegaraan itu. Kami terima kasih sekali,” kata Prabowo.
Prabowo menambahkan, hubungan Indonesia dan Brasil tidak hanya bersifat simbolik atau diplomatik, tetapi juga didorong ke arah kerja sama konkret di berbagai bidang strategis.
“Kunjungan kenegaraan kita berdua adalah bukti bahwa hubungan persahabatan antara kedua negara kita semakin erat. Dan itulah yang kita inginkan — mempererat hubungan persahabatan dan, yang lebih penting, kerja sama di segala bidang,” ujarnya.
Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat atas Hari Kemerdekaan Brasil ke-203 yang diperingati pada 7 September.
“Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan selamat atas Hari Kemerdekaan Brasil ke-203 yang baru dirayakan pada tanggal 7 September yang lalu,” tandasnya.
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) berbincang dengan Presiden Brazil Luiz Inacio Lula da Silva (kelima kiri) saat pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Bahasa Portugis dan Arah Diplomasi Selatan–Selatan

Langkah Indonesia menjadikan bahasa Portugis sebagai prioritas pendidikan menandai pendekatan baru dalam diplomasi kebudayaan dan pendidikan, terutama dengan negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil, Portugal, Angola, dan Mozambik.
Bahasa Portugis merupakan bahasa resmi di sembilan negara dan digunakan oleh lebih dari 260 juta penduduk dunia.
Dengan kebijakan ini, Indonesia berpotensi memperluas jangkauan kerja sama ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan dengan negara-negara di Amerika Latin dan Afrika yang tergabung dalam Community of Portuguese Language Countries (CPLP).
Hubungan diplomatik Indonesia–Brasil telah terjalin sejak 1953. Nilai perdagangan kedua negara pada 2023 mencapai sekitar USD 6,1 miliar, dengan ekspor utama Indonesia meliputi karet, minyak kelapa sawit, dan produk elektronik, sedangkan Brasil mengekspor kedelai, gula, serta daging sapi ke Indonesia.
Trending Now