Prajurit TNI Pikul Bantuan Jalan Kaki Puluhan Km Demi Korban Bencana Tapteng
3 Desember 2025 20:09 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Prajurit TNI Pikul Bantuan Jalan Kaki Puluhan Km Demi Korban Bencana Tapteng
Melihat personel TNI membantu korban banjir bandang di Sumatera. Ada yang jadi petugas SPBU dadakan-jalan puluhan kilo,kumparanNEWS

TNI menurunkan personel Denbekang I/2 A Kodam I/Bukit Barisan dalam rangka mendukung pemulihan layanan vital pascabencana di wilayah Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Begitu di lokasi, mereka bertugas menjadi petugas SPBU dadakan alias operator sementara di sejumlah SPBU yang terdampak pada Rabu (3/12). Langkah ini diambil setelah hampir 90% petugas operator SPBU di dua wilayah tersebut menjadi korban banjir.
Kondisi itu menyebabkan beberapa SPBU tidak dapat beroperasi secara normal dan berpotensi mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat-kendaraan bantuan.
Personel Denbekang yang diterjunkan langsung jadi operator di SPBU-SPBU yang mengalami kekurangan tenaga. Mereka memastikan pengisian berjalan aman, teratur dan sesuai prosedur.
"Kehadiran prajurit TNI tidak hanya membantu kelancaran distribusi BBM, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang membutuhkan layanan energi dalam masa sulit," kata Kabidpenum Puspen TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi.
TNI menegaskan, dukungan ini merupakan bagian dari tugas kemanusiaan untuk membantu pemerintah daerah memulihkan fungsi infrastruktur pelayanan publik yang sempat lumpuh.
Diharapkan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi berkat kehadiran prajurit TNI di lapangan sekaligus mempercepat proses normalisasi aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah Sibolga dan Tapteng.
Jalan Kaki Puluhan Kilo
Selain mengerahkan Denbekang I/2 A Kodam I/Bukit Barisan, prajurit TNI dari Satuan Tugas Yonif 122/Tombak Sakti (TS) Kodam I/BB juga dikerahkan ke lokasi terdampak banjir.
Menghadapi medan berat serta akses jalan yang terputus total, prajurit bergerak menembus wilayah terisolir untuk menyalurkan bantuan logistik di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (2/12).
Untuk mencapai lokasi, prajurit harus memikul bantuan dan berjalan kaki puluhan kilometer dari titik terakhir yang masih dapat dilalui kendaraan.
Logistik yang dibawa meliputi 196 sak beras, 84 dus mi instan, 115 dus air mineral, 15 dus biskuit serta tiga goni pakaian layak pakai. Seluruh bantuan disalurkan kepada warga terdampak, yakni 120 KK di Desa Naga Timbul, serta masing-masing 20 KK di Desa Mompang dan Desa Mardame.
Hingga pendistribusian berlangsung, sekitar 1.300 warga masih bertahan di lokasi pengungsian dan belum menerima bantuan sejak bencana terjadi.
Bantuan yang dibawa Satgas Yonif 122/TS menjadi dukungan pertama yang berhasil menjangkau wilayah. Kondisi serupa juga dialami warga di Pagaran Lambung 3 yang belum tersentuh bantuan sejak bencana melanda.
Komandan Satgas menjelaskan, kondisi lapangan masih sangat menantang. Sementara kebutuhan logistik masyarakat semakin mendesak.
Masih diperlukan tambahan suplai sembako yang akan dikirim menuju wilayah Adiankoting sebagai titik dorong berikutnya sebelum kembali dibawa menuju desa-desa terisolir.
Arahan Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, distribusi bantuan dilakukan melalui beragam jalur dengan metode yang disesuaikan kondisi lapangan, mulai dari pengangkutan darat, laut, hingga udara.
โTNI sudah melaksanakan pengiriman lewat udara yaitu menggunakan sistem helibox, jadi barang itu dijatuhkan dari pesawat dalam bentuk box-box yang pakai baling-baling sehingga pada saat ke tanah tidak hancur,โ kata Panglima TNI.
Panglima TNI menjelaskan, metode Container Delivery System (CDS) juga dioperasikan menggunakan pesawat CN dan Hercules sebagai salah satu langkah strategis untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah-wilayah yang benar-benar terisolasi.
Melalui metode ini, paket logistik dijatuhkan dari udara dengan perhitungan akurat, sehingga distribusi dapat dilakukan meski akses darat tidak memungkinkan.
Panglima TNI menegaskan, setiap operasi kemanusiaan yang dilaksanakan selalu mengedepankan keselamatan personel dan keamanan alutsista.
Penekanan ini menjadi perhatian khusus setelah tiga prajurit terbaik TNI gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Padang, masing-masing dua personel POM dan satu personel Babinsa. Ketiganya gugur dalam upaya tulus membantu masyarakat yang sedang dilanda musibah.
โSaya tekankan dalam penanganan perbantuan agar tetap menjaga keamanan personel dan alutsista yang digunakan,โ tegasnya.
