Pram Bilang Angka Pengangguran Turun Jadi 6,08%, Singgung Kisah Zidan
21 November 2025 17:14 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Pram Bilang Angka Pengangguran Turun Jadi 6,08%, Singgung Kisah Zidan
Tingkat pengangguran Jakarta turun ke 6,05% per Agustus 2025. Pemprov menggelar 14 job fair termasuk untuk disabilitas, menyerap ratusan pekerja dan memperkuat kesempatan kerja setara.kumparanNEWS

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Ibu Kota turun menjadi 6,05 persen per Agustus 2025. Capaian ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers APBD DKI Jakarta periode Oktober 2025 di Balai Kota, Jumat (21/11).
βTPT juga turun (jadi) 6,05 persen sampai dengan bulan Agustus 2025. Lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya,β kata Pramono.
Laporan milik Pemprov DKI Jakarta menyebut, angka pengangguran ini turun dari catatan sebelumnya yakni pada Februari 2025 yang mencapai 6,18 persen.
Pramono menjelaskan, turunnya angka pengangguran tak lepas dari program job fair yang digelar Pemprov sebanyak 14 kali berturut-turut, termasuk job fair khusus disabilitas.
βAlhamdulillah kemarin bisa merekrut sampai dengan 150 pekerja disabilitas, dan salah satunya yang cukup viral itu Zidan yang sekarang kerja di TransJakarta,β ujarnya.
Zidan adalah disabilitas yang berjuang dan akhirnya mendapat pekerjaan menjadi graphic designer di TransJakarta via job fair.
Pramono menambahkan, sektor perdagangan, akomodasi, makanan-minuman, serta transportasi menjadi penyerap tenaga kerja tertinggi di Jakarta.
βSektor perdagangan, akomodasi, makanan-minuman, dan transportasi menjadi penyerap tenaga kerja paling tinggi yang ada di Jakarta,β katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov berkomitmen melanjutkan job fair dan program peningkatan keterampilan bagi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan kerja yang setara.
βJob fair dan upskilling sudah berjalan dengan baik. Kami akan adakan secara periodik karena ini memberi ruang bagi difabel, juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk bisa bekerja sama di Jakarta dalam ekosistem ketenagakerjaan Jakarta,β pungkas Pramono.
