Pram Temui Menkes, Usul Lahan RS Sumber Waras Dibangun Rumah Sakit Internasional
28 Oktober 2025 10:32 WIB
·
waktu baca 4 menit
Pram Temui Menkes, Usul Lahan RS Sumber Waras Dibangun Rumah Sakit Internasional
Menurut BGS, keberadaan rumah sakit internasional di Jakarta diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri.kumparanNEWS

Pemprov DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan menggelar pertemuan untuk membahas rencana pembangunan rumah sakit berskala internasional di lahan milik Pemprov DKI di samping RS Sumber Waras, Jalan Kiai Tapa, Jakarta Barat.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ide pembangunan rumah sakit internasional itu dibahas dalam diskusinya bersama Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Jadi hari ini saya ketemu dengan Pak Gubernur untuk mendiskusikan pemanfaatan lahan yang di Sumber Waras. Jadi saya kagum juga bahwa itu sudah bisa diselesaikan dan Pak Gubernur menyampaikan ide, ini bagaimana kalau dipakai untuk membangun rumah sakit internasional,” ujar Budi usai pertemuan di Kantor Kemenkes, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (28/10).
Menurutnya, keberadaan rumah sakit internasional di Jakarta diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang berobat ke luar negeri.
Budi menambahkan, pembahasan juga mencakup mekanisme pembiayaan dan kualitas tenaga medis yang akan direkrut.
“Dan kami juga diskusi mengenai kalau bisa kualitas dokter-dokternya yang masuk di sana, yang kualitasnya internasional. Agar benar-benar bisa menahan orang-orang Jakarta yang kaya-kaya ini enggak pergi ke luar negeri lah untuk mencari layanan kesehatan,” ujarnya.
Usul Masuk PSN
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, pembangunan rumah sakit di atas lahan seluas 3,6 hektare itu akan segera dimulai. Namun, ia belum menjelaskan lebih lanjut terkait anggaran dan lainnya.
“Memang sejak persoalan Rumah Sakit Sumber Waras, tanahnya yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta selesai, baik itu pernyataan yang disampaikan oleh KPK dan tentunya finalnya nanti di BPK,” ujar Pram.
“Untuk itu kami segera mempersiapkan untuk membangun, luas areanya 3,6 hektare. Sehingga sangat cocok untuk menjadi rumah sakit internasional di Jakarta, karena tempatnya sangat strategis,” tambah dia.
Pramono menambahkan, Pemprov DKI mengajukan dua usulan kepada Kementerian Kesehatan terkait proyek tersebut. Salah satunya yakni meminta bantuan peralatan kesehatan dari Kementerian Kesehatan.
“Yang pertama, tentunya kami berharap sesuai dengan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 42 Tahun 2021 mengenai PSN, Proyek Strategis Nasional, kami mengusulkan apabila ini disetujui oleh pemerintah pusat, maka kami akan usulkan untuk itu,” kata Pramono.
“Yang kedua, tentunya mekanisme yang akan dilakukan oleh pemerintah DKI sendiri, yang akan dibangun oleh pemerintah DKI sendiri. Tetapi kami berharap walaupun nanti dibangun oleh pemerintah DKI, peralatannya dibantu oleh Kementerian Kesehatan,” lanjutnya.
RS Serupa di Cakung
Pram menjelaskan, selain di Sumber Waras, Pemprov DKI juga akan membangun rumah sakit serupa di Cakung, Jakarta Timur.
“Yang pertama di Cakung yang luas areanya 1,7 hektare. Yang kedua adalah di Sumber Waras yang lebih luas 3,6 hektare. Kami sudah mendapatkan kira-kira berapa dana yang diperlukan untuk itu karena pengalaman pemerintah pusat dalam membangun rumah sakit di beberapa daerah itu bisa menjadi benchmarking kita untuk melakukan perhitungan,” ujar politikus PDIP ini.
Menkes: Kalau Sakit Tak Usah Berobat ke Luar Negeri
Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Kementerian Kesehatan mendukung penuh rencana pembangunan rumah sakit tersebut.
“Kita support 100 persen. Sebagai warga Jakarta justru kita pengin kalau bisa kalau sakit, enggak usah ke luar negeri, di sini,” ujarnya.
Terkait usulan agar proyek tersebut masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN), Budi mengatakan pihaknya pun mendukung penuh.
“Kita mendukung untuk masuk PSN. Keputusannya bukan di kami, tapi kami dari Kementerian Kesehatan mendukung kalau jadi PSN,” ucapnya.
Pernyataan Pram Sebelumnya
Sebelumnya, Pram menyatakan pihaknya berencana menyulap lahan milik mereka di samping RS Sumber Waras, Jakarta Barat, menjadi rumah sakit.
Pram mengatakan, pembangunan akan segera dimulai setelah seluruh persoalan hukum terkait lahan itu dinyatakan tuntas.
“Status penyelidikannya sudah dihentikan tahun 2023. Dari lima temuan BPK, tiga sudah dipenuhi, satu dianggap selesai, dan satu lagi kami sudah mendapatkan kepastian dari KPK bahwa penyelidikan sudah diberhentikan,” kata Pramono saat meninjau lokasi, Senin (27/10).
Lahan seluas 3,6 hektare itu dibeli Pemprov DKI pada Desember 2014. Saat itu, muncul persoalan karena NJOP dianggap terlalu tinggi hingga ada selisih hampir Rp 191 miliar. Namun, kini nilai lahan tersebut meningkat signifikan.
“Kalau dulu minus Rp 191 miliar, sekarang sudah menjadi Rp 1,4 triliun. Jadi dengan kenaikan hampir Rp 700 miliar lebih, nggak mungkin dibatalkan,” ujar Pramono.
