Pramono Resmikan Halte Jaga Jakarta, Gantikan Nama Senen Sentral
8 September 2025 10:02 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Pramono Resmikan Halte Jaga Jakarta, Gantikan Nama Senen Sentral
Pergantian nama ini menjadi simbol ajakan kepada seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga fasilitas umum di Jakarta.kumparanNEWS

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan perubahan nama Halte Transjakarta Senen Sentral menjadi Halte Jaga Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pergantian nama ini menjadi simbol ajakan kepada seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga fasilitas umum di Jakarta.
โPada hari ini saya meresmikan apa yang disebut dengan halte baru, yaitu yang dulunya dinamakan Senen Sentral, Halte Transjakarta menjadi Jaga Jakarta,โ kata Pramono saat peresmian halte tersebut.
Menurutnya, perubahan nama halte bukan hanya sekadar administratif, tetapi juga bentuk refleksi agar kerusuhan serupa tidak terulang.
โKarena yang pertama, sebagai bagian kita untuk menjaga Jakarta secara bersama-sama. Supaya kejadian ini tidak terulang kembali, maka saya bersama jajaran Balai Kota memutuskan untuk mengubah Halte Senen Sentral Jakarta ini, menjadi Jaga Jakarta,โ ujarnya.
Pramono juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang ikut terlibat dalam pemulihan halte pascakerusuhan.
โPerubahan ini tentunya dengan maksud agar kita semua menjaga Jakarta secara bersama-sama. Tidak mungkin menjaga Jakarta hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa keterlibatan peran serta masyarakat secara sepenuhnya,โ katanya.
Ia menambahkan, proses pemulihan halte pun berlangsung dengan cepat.
โDalam kesempatan ini, saya bersyukur sekali bahwa seperti apa yang saya sampaikan, tidak lebih dari tujuh hari, sudah normal kembali. Dan hari ini mohon maaf, tarifnya juga sudah normal kembali,โ tutur Pramono.
Perubahan nama ini sekaligus ditandai dengan hadirnya instalasi berisi puing-puing dan alat yang hangus dibakar saat demo ricuh, sebagai pengingat peristiwa perusakan fasilitas umum yang pernah terjadi.
โDan mudah-mudahan dengan memorable yang ada, yang dibuat. Memang sengaja diskusi kami dengan Dirut Transjakarta (Welfizon Yuza) supaya memorable itu mengingatkan, bahwa di tempat ini pernah terjadi peristiwa yang mudah-mudahan tidak akan pernah terulang kembali bagi warga Jakarta,โ tutupnya.
