Pramono Sebut Lonjakan Influenza A Bukan Pandemi: Bisa Segera Disembuhkan
22 Oktober 2025 10:46 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Pramono Sebut Lonjakan Influenza A Bukan Pandemi: Bisa Segera Disembuhkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan lonjakan kasus influenza A di Jakarta bukan pandemi seperti COVID-19.kumparanNEWS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan lonjakan kasus influenza A di Jakarta bukan pandemi seperti COVID-19.
Ia mengatakan, pasien yang terjangkit influenza A bisa segera ditangani di puskesmas maupun rumah sakit.
βKalau di Jakarta, saya memastikan bukan menjadi pandemi. Memang ada satu, dua (kasus) dan sekarang ini COVID seperti flu,β ujar Pramono di Stasiun MRT Dukuh Atas, Jakarta, Rabu (22/10).
Menurutnya, warga yang terjangkit virus influenza A dapat segera mendapatkan penanganan medis di puskesmas maupun rumah sakit dan cepat pulih.
βDan beberapa memang akhirnya ada yang di puskesmas, ada yang di rumah sakit, dan mereka segera bisa disembuhkan,β ucap Pramono.
Ia menegaskan kondisi saat ini berbeda dengan masa pandemi COVID-19 yang sempat membuat sistem kesehatan kewalahan.
βJadi bukan seperti yang COVID ketika yang seperti yang lalu. Sekarang ini sudah seperti flu dan memang beberapa terjadi,β tambahnya.
1,9 juta Kasus ISPA di Jakarta
Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan ada 1m9 juta kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jakarta sejak Januari hingga Oktober 2025. Kasus ini mengalami peningkatan mulai Juli 2025.
ISPA begitu mudah tersebar karena bisa menular melalui droplet maupun aerosol di udara. Faktor polusi udara hingga musim kemarau basah juga menambah mudah penularan ISPA.
Gejala ISPA meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Gejala tambahan dapat berupa hidung tersumbat, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, bersin, serta suara serak.
Karena itu, bila warga merasa mengalami gejala itu segera memeriksakan ke dokter.
Kasus Influenza Meningkat di ASEAN
Sebelumnya, beberapa negara di kawasan ASEAN mengalami peningkatan kasus influenza A. Malaysia, misalnya, melaporkan lebih dari 6.000 kasus pada pertengahan Oktober ini.
Kementerian Kesehatan RI telah memperingatkan masyarakat terkait potensi meningkatnya kasus influenza A, khususnya tipe H3N2, di Indonesia.
Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk menggencarkan vaksinasi bagi masyarakat kelompok rentan agar penularan bisa ditekan.
