Pramono soal Bongkar Tiang Monorel: Supaya Bang Yos Tidurnya Lebih Nyenyak
11 Januari 2026 12:21 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Pramono soal Bongkar Tiang Monorel: Supaya Bang Yos Tidurnya Lebih Nyenyak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tiang monorel mangkrak yang berdiri sejak 2004 di sepanjang Jalan Rasuna Said segera dibongkar dengan anggaran Rp 100 miliar.kumparanNEWS

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tiang monorel mangkrak yang berdiri sejak 2004 di sepanjang Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, segera dibongkar.
Pembongkaran dimulai pekan depan sebagai bagian dari penataan besar-besaran kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Ia menyebut, proyek monorel yang tak pernah tuntas itu selama ini menjadi beban bagi Gubernur DKI 1997 hingga 2007, Sutiyoso (Bang Yos).
Bang Yos adalah pencetus pembangunan monorel pada 2004 sebagai solusi kemacetan. Proyek ambisius tersebut kemudian mangkrak dan tidak pernah terselesaikan.
βMinggu depan ini, monorel yang sudah dibangun dari tahun 2004 kita bongkar. Dan saya berharap Bang Yos supaya tidurnya bisa lebih nyenyak, karena monorel itu rupanya bagi beliau menjadi beban pribadi, β ujar Pramono saat menghadiri Haul ke-85 Mohammad Husni Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).
Anggaran Rp 100 M Bukan Hanya Buat Bongkar Tiang Mangkrak
Politikus PDIP ini menegaskan pembongkaran tiang monorel bukan sekadar meruntuhkan struktur yang sudah bertahun-tahun mangkrak, tetapi sekaligus merapikan kawasan dan memperbaiki infrastruktur jalan.
βRp 100 miliar yang dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar, tetapi untuk membuat jalan, trotoar, merapikan, dan sebagainya. Biaya keseluruhan untuk memperbaiki Jalan Rasuna Said itu angkanya Rp 100 miliar. Kalau bongkar saja, kecil bangetlah harganya,β jelasnya.
Pramono berencana mengundang Sutiyoso saat proses pembongkaran dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penutup fase panjang polemik monorel Jakarta.
βMaka minggu depan ini kita akan undang Bang Yos, untuk hadir supaya monorel itu kita bersihkan, jalannya kita rapikan,β katanya.
Pembongkaran tiang monorel menjadi salah satu langkah Pramono dalam melanjutkan dan merapikan berbagai pekerjaan besar Jakarta yang tertunda sejak era pemerintahan sebelumnya. Ia menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan lama dan memperbaiki tata kota agar Jakarta semakin tertata dan fungsional.
