Presiden Afsel: Jangan Biarkan Apa Pun Kurangi Nilai KTT G20 Afrika yang Pertama

22 November 2025 17:33 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Afsel: Jangan Biarkan Apa Pun Kurangi Nilai KTT G20 Afrika yang Pertama
Presiden Afsel Cyril Ramaphosa menegaskan pentingnya menjaga nilai dan posisi strategis KTT G20 pertama di benua Afrika.
kumparanNEWS
Cyril Ramaphosa diangkat menjadi presiden Afsel Foto: Rodger Bosch/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Cyril Ramaphosa diangkat menjadi presiden Afsel Foto: Rodger Bosch/Reuters
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menegaskan pentingnya menjaga nilai dan posisi strategis penyelenggaraan KTT G20 pertama di benua Afrika. Ia menyebut KTT itu harus merefleksikan aspirasi masyarakat seluruh dunia.
"Kita tidak boleh membiarkan apa pun mengurangi nilai, kedudukan, dan dampak dari KTT G20 Afrika yang pertama ini," kata Ramaphosa saat membuka KTT Pemimpin G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11).
Hal ini disampaikan Ramaphosa usai Presiden AS Donald Trump memboikot dan menyatakan tidak akan ada delegasi AS yang hadir di KTT G20 di Afsel. Alasan utamanya adalah kekerasan dan penyitaan tanah atau lahan pertanian dari warga kulit putih di Afsel atau Afrikaner.
Dalam pidatonya, Ramaphosa menyebut Johannesburg sebagai tempat lahir peradaban manusia dan menegaskan bahwa umat manusia adalah satu keluarga besar.
"Kita di sini untuk memperkuat kerja sama, mencari solusi bersama, dan memastikan bahwa kemitraan kita benar-benar berhasil mengatasi masalah-masalah dunia," tegasnya.
Seorang warga berdiri didekat papan Papan iklan para pemimpin dunia menjelang pelaksanaan KTT G20 2025 di Johannesburg, Afrika Selatan, Kamis (20/11/2025). Foto: Esa Alexander/Reuters
Ramaphosa juga mengutip Nelson Mandela, sang proklamator demokrasi Afrika Selatan, untuk menggambarkan tanggung jawab negara dalam komunitas global.
"Sudah saatnya Afrika Selatan mengambil peran yang layak dan bertanggung jawab dalam komunitas global," katanya.
Lebih jauh, Ramaphosa menjelaskan bahwa isu-isu global yang diangkat dalam G20 kini lebih luas, meliputi perdagangan, lingkungan, teknologi, pertanian, dan energi.
"Lingkup ini harus meluas, karena inilah tantangan yang dihadapi oleh miliaran orang di dunia," ucap dia.
Sebagai anggota pendiri G20, Ramaphosa menegaskan bahwa Afrika Selatan berupaya keras memastikan prioritas pembangunan negara-negara Global South dan benua Afrika mendapatkan tempat yang kokoh dan permanen dalam agenda G20.
"Ini penting bukan hanya untuk rakyat Afrika. Ini adalah hal vital bagi stabilitas dan keamanan global secara keseluruhan, karena membantu mengurangi tekanan sumber daya, mengelola perpindahan penduduk, dan menurunkan risiko konflik," tandas dia.

Trump Nyatakan AS Boikot KTT G20 di Afsel

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Rabu (21/5/2025). Foto: Kevin Lamarque/REUTERS
Sebagaimana diketahui, Trump memutuskan memboikot KTT G20 di Afrika Selatan yang digelar 22-23 November. Ia menyatakan tidak ada perwakilan resmi AS yang akan menghadiri acara tersebut, dengan alasan utama adalah kekerasan dan penyitaan tanah atau lahan pertanian dari warga kulit putih di Afsel.
Keputusan Trump memboikot KTT G20 disayangkan oleh Presiden Ramaphosa. Menurutnya, keputusan Trump itu merugikan AS.
"AS harus mempertimbangkan kembali apakah boikot politik benar-benar berhasil. Karena berdasarkan pengalaman saya, boikot politik tidak efektif," kata Ramaphosa, dikutip dari AP, Kamis (13/11).
Pemerintahan Trump sejak awal mengkritik Afsel yang tahun ini jadi tuan rumah KTT G20. Menlu AS Marco Rubio bahkan tidak hadir di pertemuan menlu di Afsel pada Februari lalu. Rubio menyebut kebijakan Afsel anti-Amerika dan mengejek fokus isu yang dibawa Afsel di KTT G20 seperti perubahan iklim dan kesenjangan global.
Usai Trump mengumumkan tidak akan hadir di KTT G20, Wakil Presiden JD Vance sempat dijadwalkan akan hadir menggantikan Trump. Namun, pejabat yang mengetahui jadwal Vance mengatakan dia tidak akan berangkat ke Afsel menghadiri KTT G20.
"Sungguh memalukan bahwa G20 akan digelar di Afrika Selatan," kata Trump dalam unggahannya di media sosial.
Trending Now