Presiden Ekuador Akui Nyaris Diracun Lewat Cokelat dan Selai

24 Oktober 2025 14:25 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Ekuador Akui Nyaris Diracun Lewat Cokelat dan Selai
Presiden Ekuador Daniel Noboa mengaku nyaris menjadi korban pembunuhan, Kamis (23/10). Ia menyebut pernah diberi cokelat dan selai beracun dalam sebuah acara publik.
kumparanNEWS
Presiden Ekuador, Daniel Noboa. Foto: Instagram/@danielnoboaok
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Ekuador, Daniel Noboa. Foto: Instagram/@danielnoboaok
Presiden Ekuador Daniel Noboa mengaku nyaris menjadi korban pembunuhan, Kamis (23/10). Ia menyebut pernah diberi cokelat dan selai beracun dalam sebuah acara publik.
Pengakuan Noboa disampaikan saat wawancara dengan CNN. Ia menegaskan bahwa selai dan cokelat yang diberikan kepadanya, setelah diperiksa, terbukti mengandung racun mematikan.
β€œIni pastinya bukan sesuatu yang terjadi tanpa sengaja,” ujar Noboa seperti dikutip dari Reuters.
Noboa memastikan timnya telah memeriksa jenis racun tersebut, dan hasilnya menunjukkan racun itu bukan berasal dari bahan-bahan makanan alami.
Kasus itu kini telah dilaporkan oleh paspampres Ekuador ke kejaksaan setempat. Namun, tidak diungkapkan kapan tepatnya upaya pembunuhan itu terjadi.
Ini merupakan kali kedua Noboa mengaku menjadi target percobaan pembunuhan. Pada awal bulan ini, iring-iringan mobilnya diserang oleh pengunjuk rasa yang marah atas kenaikan harga BBM.
Namun, tidak semua pihak mempercayai klaim Noboa. Oposisi menduga ia berupaya menyalahkan pengunjuk rasa anti-pemerintah dan oposisi atas krisis serta lonjakan kekerasan yang terjadi di negara itu.
Mereka menuding Noboa mencoba mendongkrak popularitas lewat kabar upaya pembunuhan tersebut.
Trending Now