Presiden Filipina Marcos Jr Perintahkan Seluruh Menteri di Kabinetnya Mundur

24 Mei 2025 13:04 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Filipina Marcos Jr Perintahkan Seluruh Menteri di Kabinetnya Mundur
"Waktu untuk zona nyaman sudah berakhir," kata Presiden Filipina, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr.
kumparanNEWS
Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. Foto: Tobias Schwarz/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Filipina Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr. Foto: Tobias Schwarz/AFP
Presiden Filipina, Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr, memerintahkan seluruh menteri yang ada di kabinetnya untuk mundur.
Perintah ini dikeluarkan pada Kamis (22/5), usai sekutu presiden gagal memenangkan mayoritas kursi Senat yang diperebutkan dalam pemilihan 12 Mei.
Hal ini menyebabkan Marcos menghadapi lanskap politik dan legislatif yang terpecah, yang dapat menggagalkan upayanya untuk mendapatkan koalisi penggantinya di tahun 2028.
Perintah pengunduran diri ini dipandang sebagai langkah untuk mengatur ulang agenda politik, sekaligus menegaskan otoritasnya pada paruh kedua masa jabatannya.
Setidaknya 21 menteri yang dipimpin oleh Sekretaris Eksekutif (setara Seskab) Lucas Bersamin, segera mengajukan pengunduran diri mereka atau menyatakan kesiapan mereka untuk melakukannya.
β€œIni bukan tentang kepribadian. Ini tentang kinerja, keselarasan, dan urgensi. Mereka yang telah berprestasi dan terus berprestasi akan diakui. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Waktu untuk zona nyaman sudah berakhir,” kata Marcos dikutip dari AFP, Sabtu (24/5).
Sementara para menteri telah diminta untuk mengundurkan diri, kantor Marcos mengklarifikasi bahwa mereka akan tetap menjabat hingga penggantinya ditunjuk sehingga operasional pemerintah tidak terganggu.
Marcos telah menghadapi penurunan elektabilitas tajam tahun ini. Survei Pulse Asia menunjukkan dukungan pemilih turun menjadi 25% pada bulan Maret dari 42% di bulan Februari.
Sebaliknya, elektabilitas Wakil Presiden Sara Duterte, mengalami peningkatan sebesar 59% pada bulan Maret, melalui jajak pendapat terakhir yang diterbitkan Pulse Asia sebelum pemilu paruh waktu.
Sentimen terhadap pemerintah telah memburuk sebagian karena dianggap gagal mengendalikan inflasi, yang menjadi perhatian utama rumah tangga Filipina, meskipun telah kembali dalam kisaran target bank sentral 2% hingga 4% sejak bulan Agustus.
Trending Now