Profil Arif Satria, Rektor IPB University yang Kini Jabat Kepala BRIN
10 November 2025 15:43 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Profil Arif Satria, Rektor IPB University yang Kini Jabat Kepala BRIN
Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (10/11).kumparanNEWS

Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (10/11). Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta.
Arif dilantik bersama wakilnya, Amarulla Octavian. Sebelumnya Kepala BRIN dijabat Laksana Tri Handoko.
Pelantikan Arif dan Amarulla berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor nomor 123/P/2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Surat keputusan tersebut dibacakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti.
Saat dilantik, Prabowo membacakan sumpah jabatan untuk Arif dan Amarulla.
"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, demi berbakti kepada nusa dan bangsa," ujar Prabowo diikuti Arif dan Amarulla.
Setelah mengucapkan sumpah, Arif menandatangani berita acara pengucapan sumpah jabatan. Pelaksanaan pengucapan sumpah jabatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming yang kemudian diikuti oleh para tamu undangan yang hadir.
Berikut profil Prof Arif Satria
Arif Satria merupakan rektor IPB University. Ia menjalani tugas tersebut dalam dua periode yakni 2017-2022 dan 2023-2028.
Akademisi kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah tersebut menyelesaikan S1 dan S2 di IPB. Sedangkan gelar doktor, diperoleh Arif dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006.
Pria 54 tahun itu juga pernah menjalani program visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.
Sebelum menjabat sebagai rektor IPB University, Arif bekerja sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB, sejak 1997. Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik.
Dikutip dari situs IPB, di bawah kepemimpinan Arif, IPB berhasil meraih peringkat 1 dunia untuk SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), peringkat 9 dunia untuk SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), serta peringkat 10 dunia untuk SDG 2 (Tanpa Kelaparan). IPB juga dianugerahi The Best SDGs University Award oleh Bappenas selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2023, dan 2024.
Selain itu, dalam QS World University Rankings: Sustainability 2025, IPB berhasil masuk dalam Top 426 dunia, menempati peringkat ke-2 di Indonesia dan peringkat ke-3 di Asia Tenggara. Prestasi ini diperkuat oleh posisi IPB sebagai peringkat 1 di Indonesia dalam ASEAN University AppliedHE Ranking 2024.
Selain di bidang akademik, Arif Satria juga tercatat pernah menduduki jabatan Komisaris Utama PTPN Holding pada 2018-2022.
Prof Arif juga aktif dalam organisasi, di antaranya:
Arif juga tercatat pernah terlibat sebagai Panitia Seleksi KPK pada 2024. Ia menjabat sebagai wakil ketua.
