Profil Hannibal Khadafi yang Bebas Setelah 10 Tahun dan Kenapa Dia Berbahaya?
11 November 2025 15:53 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Profil Hannibal Khadafi yang Bebas Setelah 10 Tahun dan Kenapa Dia Berbahaya?
Anak Moammar Khadafi, Hannibal Khadafi, bebas setelah ditahan di penjara Lebanon selama 10 tahun dan tanpa proses pengadilan.kumparanNEWS

Putra bekas pemimpin Libya Moammar Khadafi, Hannibal Khadafi, dibebaskan dari penjara Lebanon usai ditebus dengan uang jaminan sebesar USD 900 ribu atau setara Rp 15 miliar. Hannibal ditahan selama 10 tahun terakhir dan dituding menyembunyikan informasi atas hilangnya ulama syiah Lebanon, Mussa Sadr, di Libya pada 1978.
Dikutip dari berbagai sumber, Hannibal merupakan anak kelima Moammar Khadafi dari istri keduanya, Safia Farkash. Dia lahir di Tripoli pada 1976.
Hannibal memulai kariernya di maritim saat bergabung dengan Marine Academy of Maritime Studies di Libya pada 1993 sebagai deck cadet. Dia lulus pada 1999.
Setelah lulus, Hannibal bekerja di berbagai kapal milik Perusahaan Transportasi Maritim Umum (GNMTC) Libya. Dia meraih kualifikasi gabungan kepala perwira dan Master Mariner dari Arab Maritime Academy for Science, Technology and Maritime Transport di Alexandria pada 2003.
Hannibal kemudian diangkat menjadi konsultan pertama untuk Komite Manajemen GNMTC pada 2007 usai meraih gelar MBA di bidang Ekonomi dan Logistik Perkapalan dari Copenhagen Business School.
Hannibal menikah dengan istrinya, Aline Skaf, pada 2003, dan memiliki tiga anak. Salah satu anaknya, Carthage Hannibal yang lahir pada 2008, tewas dalam serangan bom di kediaman keluarga pada 30 April 2011.
Masalah Hukum di Luar Negeri
Hannibal pertama kali terlibat masalah hukum pada 2008. Saat itu, ia dan istrinya ditangkap oleh otoritas Swiss atas tuduhan kekerasan fisik, perilaku mengancam, dan pemaksaan dalam sebuah insiden yang melibatkan dua staf di hotel keluarga di Jenewa. Meski tuduhannya dibatalkan, hubungan Libya dan Swiss memburuk.
Pada 2009, dua warga negara Swiss atas nama Max Goeldi dan Rachid Hamdani ditahan di Libya. Otoritas Swiss menyebut penahanan dua warganya sebagai aksi balas dendam atas penahanan Hannibal dan istrinya di Swiss.
Masih di 2008, Hannibal kalah dalam gugatan yang diajukannya terhadap surat kabar Denmark, Ekstra Bladet. Surat kabar itu melaporkan Hannibal yang pada 2005 masih berstatus mahasiswa di Copenhagen mengarahkan penculikan dan pemukulan seorang warga negara Libya di rumah konsulat Libya di Gentofte. Hannibal tidak hadir di pengadilan, dan pengadilan memutuskan bukti yang ada mendukung cerita versi Ekstra Bladet.
Dituduh Terlibat dalam Kasus Hilangnya Mussa Sadr, Dipenjara hingga 10 Tahun
Pada 2015, Hannibal diculik oleh militan Lebanon yang menuntut informasi terkait keberadaan Mussa Sadr. Mussa Sadr hilang pada 1978, sementara Hannibal baru berusia sekitar 2 tahun saat ulama kenamaan Lebanon itu hilang.
Sadr merupakan pendiri partai politik, Gerakan Amal. Lebanon menuduh Moammar Khadafi atas hilangnya Sadr.
Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (11/11), pengacara Hannibal mengatakan kliennya dipancing ke perbatasan Suriah-Lebanon dengan dalih wawancara surat kabar. Kenyataannya, Hannibal diculik hingga akhirnya ditahan.
Tim pengacara Hannibal mengeklaim anggota parlemen Hizbullah, Hassan Yaakoub, sebagai otak di balik penculikan Hannibal. Ayah Yaakoub dan jurnalis Abbas Bader el-Dine ikut mendampingi Sadr saat mengunjungi Libya pada 1978 dan hingga saat ini keberadaannya tidak diketahui.
Hannibal pun sempat melakukan aksi mogok makan di penjara sebagai aksi protes atas penahanannya yang tanpa proses pengadilan. Hannibal mengalami kejang otot, tangan dan lengan, pusing dan sakit kepala. Masalah kesehatan pada tulang belakang dan pinggulnya juga memburuk akibat mogok makan.
Hannibal tetap kekeh menyatakan tak bersalah. Dalam surat yang disiarkan oleh TV Al Hadath pada 2021, Hannibal mengatakan bagaimana mungkin seorang balita mengetahui keberadaan Sadr.
"Meskipun masalah ini sangat sensitif dan memerlukan solusi karena sudah lebih dari 40 tahun tertunda, meski kita menunjukkan belas kasihan terhadap kasus Sadr, kita tidak bisa memenjarakan orang tak bersalah," kata pengacaranya.
"Dia orang yang tak bersalah, dan satu-satunya kejahatannya adalah menjadi putra Khadafi. Selain itu, dia tidak melakukan apa-apa," lanjutnya.
Setelah melalui banding, Hannibal pun bebas dari pengadilan usai ditebus uang jaminan USD 900 ribu.
