Profil Maria Machado, Pemenang Nobel Perdamaian dari Venezuela

10 Oktober 2025 19:22 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Profil Maria Machado, Pemenang Nobel Perdamaian dari Venezuela
Profil singkat peraih Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado yang dirangkum kumparan dari berbagai sumber.
kumparanNEWS
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Maria Corina Machado, seorang politikus Venezuela meraih penghargaan nobel perdamaian, pada Jumat (10/10).
Maria dikenal di Venezuela sebagai tokoh oposisi rezim Presiden Nicolas Maduro di Venezuela. Ia berulang kali melakukan protes terkait kebijakan Maduro, terutama pada 2019.
Ia juga sempat dicalonkan jadi presiden namun gagal. Atas aksinya, pemerintah Venezuela juga sempat menudingnya sebagai pelaku makar.
Seperti apa profilnya? Berikut kumparan rangkum dari berbagai sumber.

Maria Corina, si Insinyur Teknik Industri Jadi Pejuang Sosial

Maria Corina lahir di Caracas, tepatnya di La Candaleria, pada 7 Oktober 1967. Ia punya 3 saudari, dan 3 anak laki-laki.
Ia mendapat gelar Insinyur Teknik Industri dari Universitas Katolik Andres Bello, dan mendapat gelar master keuangan di Instituto de Estudios Superiores de Administracion (IEAS) di Caracas. Ia juga masuk dalam program Universitas Yale World Fellow Program pada 2009.
Pada 1990-1993, ia berkecimpung di industri otomotif seperti Gates de Venezuela dan Filtros Wix.
Pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado berpidato di hadapan para pendukungnya dalam sebuah protes menjelang pelantikan Presiden Nicolas Maduro untuk masa jabatan ketiganya di Caracas, Venezuela, pada 9 Januari 2025. Foto: Leonardo Fernandez Viloria/REUTERS
Pada 1993-1994, ia juga mengajar sebagai Profesor Manajemen SDM di Departemen Teknik Industri di Universitas Andres Bello.
Pada 1994, Maria dan rekan-rekannya mendirikan Yayasan Atenea. Sebuah organisasi sipil, yang bergerak untuk memperhatikan kondisi anak-anak di Venezuela.
Aktivisime di bidang sosialnya terus meluas. Pada 1998, ia mendirikan yayasan Opportunitas. Mereka punya tujuan untuk memberi panduan teknis dan finansial, untuk organisasi-organisasi yang bergerak di pemberdayaan sosial anak muda dan anak-anak terlantar.
Pada 2002, ia juga terlibat dalam pendirian Sumate. Sebuah asosiasi sipil, yang berdedikasi untuk membangun demokrasi, serta berkampanye untuk mempromosikan partisipasi publik di pemerintahan.
Ia jadi presiden organisasi tersebut.

Aktivitas Politik Machado: Jadi Anggota Dewan, Oposisi Chaves hingga Maduro

Pada Februari 2010, Machado mundur dari Sumate, untuk mencalonkan diri sebagai anggota badan legislatif Venezuela mewakili daerah Miranda.
Machado nyalon dari koalisi partai-partai demokratik Venezuela (MUD). Koalisi ini adalah lawan dari partai Presiden Hugo Chavez, yang membawa koalisi Partai Sosialis Venezuela (PSUV).
Saat berkampanye, Chavez menuding Machado melanggar aturan kampanye. Tudingan itu disampaikan Chavez lewat televisi nasionalnya.
Para pendukung Presiden Venezuela Nicolas Maduro memegang poster yang menolak pemimpin oposisi Maria Corina Machado saat unjuk rasa di Istana Miraflores setelah pemilihan presiden, di Caracas, Venezuela, Rabu (31/7/2024). Foto: Maxwell Briceno/REUTERS
Meski begitu, Machado tetap memenangkan pemilu dengan perolehan suara tertinggi se-Venezuela.
Ia dicopot dari jabatannya sebagai legislator, karena menghadiri acara Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) di Panama, pada 2014.
Saat itu, suporter Maduro serta para anggota parlemen yang pro-Maduro menudingnya melanggar konstitusi Venezuela.
Usai ditendang keluar dari lembaga legislatif, Machado menggelar protes terhadap rezim Maduro.
Selama keluar dari lembaga politik, Machado mengisi waktunya dengan bekerja sebagai penyiar Radio Caracas Radio dari 2014-2021.

Upaya Nyapres

Pada 1 Februari 2019, Machado menyampaikan tujuannya untuk mencalonkan sebagai presiden Venezuela, pada pilpres 2023.
Dalam sebuah wawancara di televisi, ia dengan tegas menyatakan bahwa ia punya satu tujuan saja; menyingkirkan Maduro.
"Tujuan saya adalah membuat Maduro turun, dan mengalahkan rezim dengan segala daya dan upaya," kata Machado, dilansir surat kabar El Estimulo.
Orang-orang membawa bendera nasional Venezuela untuk memprotes hasil pemilu yang memberikan masa jabatan ketiga bagi Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di Maracaibo, Venezuela, Rabu (31/7/2024). Foto: Isaac Urrutia/REUTERS
"Pilihannya ada 2, kita menang dengan suara mayoritas atau kemenangan kita dicuri Maduro," kata Machado.
Tapi, pada 30 Juni 2023, ia didiskualifikasi. Ia dihukum tidak boleh mengemban jabatan publik apa pun selama 15 tahun di pemerintahan karena keterlibatannya terkait demo anti-pemerintah.
Tapi, Machado tak mundur. Meski tak bisa lagi jadi Capres, Machado tetap aktif dalam aktivitas politik terutama protes dan oposisi pada paham Chavismo saat kampanye.
Pada 9 Januari, Machado nyaris ditangkap Maduro. Saat berkampanye di Chacao, Caracas, ia muncul setelah 3 bulan sembunyi.
Deutsche Welle memberitakan, ia dicegat oleh tentara dan sepeda motornya ditembaki.
Trending Now