Putin Sebut Ada Poin Proposal Damai dengan Ukraina yang Tak Bisa Diterima

4 Desember 2025 18:49 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putin Sebut Ada Poin Proposal Damai dengan Ukraina yang Tak Bisa Diterima
Putin bertemu dengan orang dekat Trump selama 5 jam bahas proposal damai dengan Ukraina. Tapi, Putin bilang ada beberapa poin yang tak bisa diterima.
kumparanNEWS
Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner di Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa (2/12/2025). Foto: Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pertemuan dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner di Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa (2/12/2025). Foto: Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan sejumlah proposal dalam rencana AS untuk mengakhiri perang di Ukraina tidak dapat diterima pemerintahannya. Ini menunjukkan bahwa rencana damai ini masih jauh dari kata sepakat meski utusan AS bolak balik melakukan diplomasi.
Putin hari ini bertemu dengan Utusan Khusus AS Steve Witkoff dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner dan berlangsung selama 5 jam.
"Pertemuan dengan kedua belah pihak harus membahas setiap poin dari proposal perdamaian Rusia, sehingga membutuhkan waktu yang lama," kata Putin sebagaimana dilaporkan kantor berita TASS dan RIA Novosti, Kamis (4/12).
"Ini perundingan yang sangat penting, sangat konkret," kata Putin lagi, dikutip dari AP.
Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner saat melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Moskow, Rusia, Selasa (2/12/2025). Foto: Sputnik/Alexander Kazakov/Pool via REUTERS
Putin mengatakan ada beberapa ketentuan yang siap dibahas, tapi ada juga yang tidak dapat disetujui oleh pemerintahannya.
"Ini pekerjaan yang sulit," ungkapnya.
Putin enggan merinci apa yang bisa disetujui dan tidak disetujui Rusia dari proposal itu. Tidak ada satu pun pejabat yang terlibat dalam perundingan memberikan detailnya.
"Saya rasa terlalu prematur, karena bisa mengganggu rezim kerja upaya perdamaian," kata Putin.
Trump memimpin upaya diplomatik yang paling intens untuk menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina. Namun, upaya perdamaian menghadapi tuntutan yang sulit diterima, salah satunya terkait Ukraina yang harus menyerahkan wilayahnya kepada Rusia dan bagaimana Ukraina dapat dijaga keamanannya dari agresi Rusia di masa mendatang.
Trending Now