Putri dan Ula Akui Tak Punya Rencana Gelar Acara Makan Gratis
20 Juli 2025 2:35 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Putri dan Ula Akui Tak Punya Rencana Gelar Acara Makan Gratis
Ada 3 orang yang tewas dalam pesta syukuran pernikahan mereka, sebetulnya, mereka mempersilakan masyarakat untuk datang dan menyantap hidangan pesta tapi tak mengumumkannya.kumparanNEWS

Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina (Putri) menjelaskan konsep acara yang seharusnya berjalan pada Jumat (18/7). Sebetulnya, putri Kapolda Metro Jaya ini tak berniat menggelar sebuah acara yang membagi-bagikan makanan gratis.
Ia hanya ingin berbagi kepada masyarakat, sebab, masih banyak hidangan yang belum keluar atau disantap tamu undangan.
โKami ingin masyarakat kalaupun ada yang mau makan silahkan datang, tapi tidak diumumkan, ada perkataan saya jangan diumumkan ini bisa bahaya karena menindaklanjuti informasi dari masyarakat makanan gratis,โ jelas Putri, Sabtu (19/8).
Terkait berbagi makanan gratis untuk masyarakat, Putri menegaskan kembali bahwa ia tak pernah mengumumkannya.
โKalau boleh, cari di media sosial saya. Tapi kami memfasilitasi kalau-kalau ada yang bertanya "bu katanya makan gratis, kok ibu bohong?" nah saya memfasilitasi itu, tapi tidak mengumumkan sama sekali,โ katanya.
Pertanyaan masyarakat itu lumrah, sebab, beredar notulensi yang memuat narasi 'pesta rakyat' dan 'makan gratis'. Masyarakat lalu mengartikan hal itu sebagai sebuah acara umum.
โItulah yang saya bingung. Itu rapat siapa notulensi siapa, tersebarnya kok bisa. Sampai saya jujur, demi Allah baru melihat notulensi itu ketika kejadian. Ada staff saya bilang, bu ini orang gak diumumin juga sudah tahu dari notulensi itu," kata Putri.
Sementara, Maula Akbar Mulyadi Putra (Ula) suaminya, menyebut bahwa acara yang berlangsung kemarin adalah hiburan rakyat yang utamanya.
โArti dari hiburan dan pesta itu kan berbeda secara konotasi kata, bahwa hiburan itu bagaimana kita bisa menghibur masyarakat kalau pesta itu berbeda,โ kata Ula.
Putra sulung Dedi Mulyadi itu menyampaikan bahwa ia baru berangkat ke lokasi setelah mendapat informasi dari media sosial. Di sana ia melihat tanda-tanda kekisruhan.
โLangsung saya berangkat ke sana, saya pun dengan pihak-pihak yang ada di situ semuanya saya omongin kok bisa ada yang seperti ini. Langsung saya ambil keputusan itu ditutup,โ katanya.
