Qodari soal Warga Protes Penggunaan Strobo: Rakyat Maunya Gak Boleh Mewah-Mewah

22 September 2025 19:40 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Qodari soal Warga Protes Penggunaan Strobo: Rakyat Maunya Gak Boleh Mewah-Mewah
Qodari ngaku jarang menggunakan pengawalan pribadi dengan sirine atau lampu strobo, saat ia menjabat sebagai Wakil Kepala Staf.
kumparanNEWS
Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari di kantor Bina Marga KSP, Jakarta, Senin (22/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari di kantor Bina Marga KSP, Jakarta, Senin (22/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari mengaku jarang menggunakan strobo serta sirine dalam kegiatannya sebagai pejabat publik. Penggunaan strobo serta sirine ramai ditolak warga dengan gerakan β€œStop Tot Tot Wuk Wuk”.
Qodari menceritakan, saat ia masih menjadi Wakil Kepala Staf Presiden, dirinya tak mendapatkan pengawalan menggunakan sirine atau strobo. Ketika sudah dilantik sebagai KSP, ia memang dapat pengawalan. Tapi, ia akan jarang menggunakannya.
β€œHanya pada kondisi-kondisi tertentu saja menggunakan strobo. Kalau misalnya harus mengejar meeting dan yang lain-lain. Selebihnya, tidak dipakai,” kata Qodari kepada wartawan di Kantor KSP, Jakarta, Senin (22/9).
Dia mengaku, selama menjalankan tugas sebagai KSP, dirinya menggunakan mobil dengan tanpa strobo maupun sirine. Menurutnya, gerakan penolakan dari masyarakat itu karena menginginkan pejabat yang tidak bermewah-mewahan dari uang yang dibayarkan oleh masyarakat.
β€œWaktu saya Wakastaf, nggak ada walpri. Saya jalan sendiri aja. Pakai mobil Innova ya, dan jam tangan Seiko. Nggak boleh flexing,” ujarnya.
β€œJadi pejabat publik itu, masyarakat taunya maunya nggak boleh mewah-mewah. Karena anggarannya dari uang negara. Nah, uang negara dari pajak rakyat. Jangan sampai gua susah-susah lu senang-senang,” imbuhnya.
Trending Now