Ragam Pidato Prabowo di Sidang Senat UKRI: Bahas 1 Tahun Pemerintahan hingga MBG

19 Oktober 2025 4:53 WIB
·
waktu baca 8 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ragam Pidato Prabowo di Sidang Senat UKRI: Bahas 1 Tahun Pemerintahan hingga MBG
Dalam pidato Sidang Senat UKRI, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan refleksi satu tahun kepemimpinan, pesan antikorupsi, hingga evaluasi program Makan Bergizi Gratis dalam orasi di UKRI.
kumparanNEWS
Presiden Prabowo Subianto hadiri acara sidang senat Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025). Foto: Mukhlis Jr./Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto hadiri acara sidang senat Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025). Foto: Mukhlis Jr./Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto berpidato di acara Sidang Senat Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Bandung, pada Sabtu (19/10). Pada pidatonya, ia menyampaikan isu penting; dari evaluasi kerja setahun pemerintahan, peringatan keras bagi para menteri, hingga dorongan motivasi bagi generasi muda.
Prabowo menggunakan kesempatan di hadapan sivitas akademika untuk menyampaikan pandangan-pandangannya mencakup isu politik dalam negeri, pentingnya menjaga kekayaan bangsa, hingga program andalannya. Berikut rangkumannya.
Prabowo Percaya Diri Jelang Satu Tahun Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto menyinggung capaian satu tahun kepemimpinannya sejak dilantik pada 20 Oktober 2024.
Dalam orasi ilmiah di Sidang Senat Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung pada Sabtu (18/10), ia mengulas prinsip kepemimpinan dan refleksi masa jabatannya.
Menurut Prabowo, kunci kepemimpinan yang sukses bukanlah sesuatu yang rumit, melainkan soal berpikir rasional dan bertindak dengan dasar kebenaran.
“Yang utama adalah menggunakan akal sehat, itu yang pertama. Kedua, bertindak atas perhitungan yang teliti,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kejujuran dan sikap antikorupsi sebagai dasar moral.
“Perhitungan yang teliti harus didasarkan pada kebenaran,” kata Prabowo.
Menutup pidatonya, Prabowo mengaku percaya diri dengan capaian pemerintahannya sejauh ini.
“Saya kira saya bisa katakan saya berani berdiri di hadapan rakyat Indonesia dengan percaya diri karena kita telah buktikan kepada seluruh bangsa dan seluruh dunia bahwa kita dapat menghasilkan apa yang kita janjikan kepada rakyat,” tutupnya.

Prabowo Singgung AI hingga “Pakde Google” di Hadapan Mahasiswa

Prabowo juga menyoroti dampak penggunaan teknologi modern, terutama kecerdasan buatan (AI), dalam orasi ilmiah di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung pada Sabtu (18/10).
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi bisa menjadi berkah sekaligus ancaman bagi manusia.
“Sekarang teknologi membantu manusia tapi teknologi bisa menghancurkan manusia dengan cepat, dengan seketika. Teknologi bagus tapi teknologi juga bisa menyusahkan kita,” ujar Prabowo di hadapan mahasiswa dan wisudawan UKRI.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyinggung maraknya penyebaran informasi palsu melalui teknologi, termasuk video yang menampilkan dirinya sedang bernyanyi atau berpidato dalam bahasa asing.
Presiden Prabowo Subianto hadiri acara sidang senat Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025). Foto: Mukhlis Jr./Biro Pers Sekretariat Presiden
“Contoh dibikin video-video klip, Prabowo itu pintar nyanyi, padahal Prabowo enggak bisa nyanyi,” katanya.
Ia kemudian mendorong mahasiswa agar rajin belajar dan terus membaca.
“Saya sampai sekarang masih mungkin 2, 3, 4 jam tiap hari saya belajar... Zaman saya dulu enggak ada Chat GPT. Enak sekali kalian ya. Tanya Om, tanya Pakde Google,” pungkasnya.

Prabowo: Politik Boleh Berbeda, tapi Jangan Menjegal

Dalam orasi ilmiah di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) Bandung pada Sabtu (18/10), ia mengingatkan bahwa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk hanya bisa maju bila seluruh elemen masyarakat bersatu.
“Kekayaan kita luar biasa tapi sekarang mudah-mudahan kita sebagai bangsa akan bersatu, sama-sama kita sekarang harus menjaga dan mengelola kekayaan kita,” ujar Prabowo di hadapan mahasiswa dan tamu undangan.
Ia menilai, perbedaan pilihan politik adalah hal wajar dalam demokrasi, namun tidak boleh menimbulkan perpecahan.
“Dalam politik berbeda tidak ada masalah. Ada yang partai A, B, C, D tapi tidak boleh saling menjegal, tidak boleh gontok-gontokan. Budaya Indonesia, demokrasi Indonesia adalah demokrasi kekeluargaan,” katanya.
Prabowo juga mengingatkan agar para pemimpin dan masyarakat tidak saling menghasut demi ambisi kekuasaan.
“Bangsa tidak mungkin makmur kalau pemimpinnya gontok-gontokan, kalau pemimpinnya karena ambisi ingin berkuasa menjelek-jelekkan, menghasut, menimbulkan ketakutan, menurunkan optimisme,” tutupnya.

Prabowo Ingatkan Anak Muda agar Tidak Mudah Dibohongi

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan generasi muda untuk bersikap waspada dan tidak mudah tertipu. Ia menilai masyarakat Indonesia cenderung terlalu ramah dan baik hati sehingga sering menjadi sasaran kebohongan.
“Waspada jangan mudah dibohongi karena ciri khas bangsa Indonesia adalah bangsa kita bangsa yang terlalu ramah, terlalu baik, lugu,” ujar Prabowo dalam orasi ilmiahnya.
Ia menekankan bahwa sikap ramah tidak boleh diartikan sebagai keluguan, sebab keluguan membuat bangsa mudah dimanfaatkan.
“Pemimpin ramah dan sopan tapi tidak boleh lugu. Lugu berarti gampang dibohongi dan bangsa Indonesia menurut saya sudah lama dan terlalu sering kita dibohongi sehingga kekayaan kita banyak yang dicuri,” katanya.
Presiden Prabowo Subianto hadiri acara sidang senat Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) di Bandung, Sabtu (18/10/2025). Foto: Mukhlis Jr./Biro Pers Sekretariat Presiden
Prabowo menutup pesannya dengan optimisme terhadap masa depan bangsa.
“Masa depan kalian cukup cerah asal pemimpin-pemimpin yang sekarang ada dan pemimpin-pemimpin yang akan datang waspada, pintar, pandai, dan tidak mudah dibohongi,” tutupnya.

Prabowo: Kalau Mau Belajar Hadapi Gagal, Belajar ke Prabowo

Presiden Prabowo Subianto berbagi pengalaman tentang pentingnya ketangguhan dalam menghadapi kegagalan. Ia mendorong mahasiswa agar tidak takut menatap masa depan meski sering dihadapkan pada rintangan dan kegagalan.
“Tadi saya dengar ada kata-kata siap menghadapi kegagalan. Kalau mau belajar bagaimana menghadapi kegagalan saya kira perlu belajar dari Prabowo Subianto,” ujarnya, menegaskan bahwa dirinya sudah berkali-kali jatuh namun selalu bangkit kembali.
Prabowo mengungkapkan, perjalanan panjangnya di dunia politik telah mengajarkan banyak hal, termasuk saat mengikuti pemilihan umum sebanyak lima kali.
“Saya sudah ikut pemilihan umum lima kali, lima kali, empat kali kalah. Yang terakhir baru diberi kemenangan oleh Yang Maha Kuasa. Tapi mungkin itulah kehendaknya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman itu membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih tangguh dan waspada.
“Sehingga sekarang kalau menghadapi penipuan-penipuan, menghadapi upaya-upaya untuk merongrong dan mengurus, menghambat ataupun terus merusak bangsa Indonesia, saya cepat menangkap, saya cepat mencium, saya cepat bisa mengambil kesimpulan,” tutupnya.

Prabowo Targetkan Program MBG Capai Zero Error

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga mencapai tingkat kesalahan nol atau zero error. Ia menyebut, program tersebut kini telah menjangkau lebih dari 36 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Kita mau zero error, kita mau zero defect walaupun sangat sulit tapi kita harus,” ujar Prabowo dalam orasinya.
Ia menjelaskan, seluruh dapur pelaksana MBG telah diperintahkan untuk menggunakan peralatan terbaik. Selain itu, ia meminta para guru memastikan siswa mencuci tangan dengan benar sebelum makan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak pendiri Gates Foundation, Bill Gates untuk mengecek program unggulannya Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 03 Jati, Jakarta Timur, Rabu (7/5/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
“Kita sudah perintahkan semua dapur harus punya alat-alat yang terbaik untuk membersihkan dan juga kita minta semua guru untuk anak-anak sebelum makan cuci tangan yang benar,” katanya.
Prabowo juga menyebut, dari 1,4 miliar porsi yang telah disajikan, hanya sekitar 8.000 kasus keracunan yang tercatat. “Jadi di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal? Tapi kita tidak mau ada satu pun anak yang sakit mungkin karena makanan kurang bagus, kurang bersih dan sebagainya,” ujarnya menegaskan.

Prabowo Tegaskan Sanksi Tegas bagi Menteri yang Nakal

Presiden Prabowo Subianto memberi peringatan keras kepada jajaran Kabinet Merah Putih agar tidak bermain proyek atau menyalahgunakan uang negara. Ia menegaskan, tindakan korupsi tidak akan ditoleransi dalam pemerintahannya.
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung soal pengembalian dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang tidak terserap, dan menyebut hal itu sebagai contoh kepemimpinan yang bertanggung jawab.
“Kalau ada pemimpin-pemimpin seperti Profesor Dadan (Hindayana) ini yang tidak mau akal-akalan... beliau punya tanggung jawab pada bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Ia mengapresiasi menteri yang bekerja jujur, namun mengingatkan akan menindak tegas bila ada yang melanggar.
“Kalau ada satu dua nakal saya peringati. Satu kali peringatan, masih nakal, masih enggak mau dengar, dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat, harus direshuffle, harus diganti,” tegasnya.
Prabowo menambahkan bahwa dirinya siap menghadapi tekanan dari pihak-pihak yang merasa terganggu dengan sikap tegas tersebut.
“Saya enggak apa-apa dibenci oleh maling-maling, koruptor, manipulator, orang-orang yang serakah... Yang penting rakyat Indonesia mendukung saya, saya tidak ragu-ragu,” pungkasnya.

Prabowo Dorong Anak Muda Rajin Membaca dan Terus Belajar

Presiden Prabowo Subianto mengajak generasi muda untuk tidak berhenti belajar setelah lulus kuliah. Ia menekankan pentingnya membaca dan menuntut ilmu sebagai bentuk pengabdian bagi bangsa.
Dalam pidatonya, Prabowo menuturkan kebiasaannya yang masih terus belajar meski memiliki jadwal padat.
Prabowo membaca teks sambil ditemani Bobby The Cat. Foto: Instagram/@prabowo
“Tiap hari, boleh tanya ajudan saya, staf saya, saya tidur jam berapa malam, 2 jam paling sedikit, saya baca,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa memperoleh gelar akademik bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk berkontribusi kepada masyarakat.
“Begitu Saudara terima gelar, Saudara sudah pintar? Tidak. Saudara terima gelar baru awal dari perjalananmu yang jauh,” kata Prabowo.
Prabowo juga mengingatkan pentingnya memilih jalan kebenaran dan kejujuran agar bangsa menjadi kuat.
“Saya berharap Saudara akan memilih jalan yang benar, jalan menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran. Dengan demikian bangsa Indonesia kita akan bangkit dan akan kuat,” tutupnya.

Prabowo: Program MBG Sudah Capai 36 Juta Penerima dan Jadi Contoh Dunia

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau 36,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Ia menyebut capaian itu menunjukkan kemampuan pemerintah dalam menjamin gizi rakyat.
“Hari ini makan bergizi sudah mencapai 36,2 juta penerima manfaat. Artinya bangsa Indonesia, artinya negaramu, pemerintahmu sekarang, mampu memberi makan kepada 7 Singapura,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut melibatkan 12.205 dapur dengan masing-masing mempekerjakan sekitar 50 orang. Setiap dapur juga bekerja sama dengan 15 pemasok lokal yang turut membuka lapangan kerja bagi petani dan pekerja desa.
“Saudara-Saudara ini prestasi yang tidak kecil dan ini kita dibicarakan di dunia internasional,” kata Prabowo menegaskan.
Ia menambahkan, program itu kini mulai ditiru setelah melihat hasil pelaksanaannya di Indonesia.
“Kita waktu itu kalau tidak salah negara ke-78 atau ke-79. Sekarang sudah ada 112 negara dan sebagian besar ikut contoh kita,” ujar Prabowo dalam orasi ilmiah di Bandung.

Prabowo Minta Guru Ajarkan Siswa Cuci Tangan dan Makan Pakai Sendok

Presiden Prabowo Subianto meminta para guru sekolah turut berperan dalam mendidik siswa menjaga kebersihan sebelum makan, sebagai bagian dari penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai langkah ini penting agar pelaksanaan program berjalan tanpa kesalahan.
“Kita minta semua guru untuk anak-anak, sebelum makan, cuci tangan yang benar,” kata Prabowo dalam orasi ilmiah di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI).
Ilustrasi cuci tangan. Foto: New Africa/Shutterstock
Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya membiasakan siswa makan menggunakan sendok demi menghindari penyebaran bakteri atau virus. “Kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok untuk mencegah kalau virus, bakteri bisa dari mana saja. Ini saya highlight karena sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia kini menjadi perhatian dunia karena keberhasilan program MBG yang telah menjangkau 36 juta penerima manfaat hanya dalam satu tahun.
“Brasil membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Kita lakukan dalam 1 tahun,” kata Prabowo.
Trending Now