Ramai Warga Diintimidasi dan Dilarang Motret oleh Oknum di Kawasan GBK

21 Agustus 2025 12:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ramai Warga Diintimidasi dan Dilarang Motret oleh Oknum di Kawasan GBK
Seorang warga menceritakan pengalamannya diintimidasi oknum saat memotret di kawasan GBK. Padahal, fotonya bukan untuk kepentingan komersil.
kumparanNEWS
Foto udara kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
Seorang warga menceritakan pengalamannya diintimidasi oleh sejumlah oknum saat berfoto di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Peristiwa ini terjadi pada awal bulan Juni 2025 lalu. Saat itu, Rudi diajak temannya untuk mendokumentasikan kegiatan lari pagi di area GBK. Karena ia pikir GBK merupakan area umum, ia merasa cukup aman menggunakan kamera mirrorless.
"Kurang lebih setengah jam di sana, saya mulai memotret. Tiba-tiba saya disamperin salah satu orang, dia langsung nembak 'di sini enggak boleh motret sembarangan, kecuali anggota Komunitas Fotografi GBK'," ujar Rudi saat dihubungi kumparan, Kamis (21/8).
Padahal, lokasi ia dan teman-temannya memotret bukan di dalam kawasan Stadion GBK, namun di area luar.
Sejumlah masyarakat berolahraga di kawasan Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Minggu (8/1/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
"Lokasinya di luar stadion, di jalur mobil dekat tempat parkir, tapi masih di area GBK. Bukan yang di area stadion," jelasnya.
Tak lama kemudian, oknum tersebut memanggil teman-temannya yang lain. 'Ada yang motret-motret nih!".
"Datang lah, 3 orang lagi. Mereka memaksa saya untuk melakukan format memory card total. Kata mereka, kalau tidak format memory card, akan dilaporkan ke pengelola biar diramaikan," ungkap Rudi.
Ia lalu berusaha nego ke para oknum tersebut agar tak memformat memory card di kameranya, karena ada foto-foto lama yang belum dibackup.
"Dan akhirnya saya diminta hapus satu persatu foto yang saya ambil, walaupun isi foto tersebut hanya satu objek saja, yaitu teman saya," kata Rudi.
Suporter Timnas Indonesia U-23 berswafoto sebelum laga melawan Timnas Vietnam U-23 pada pertandingan final Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (29/7/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Mereka juga mengancam kalau sampai dijual ke aplikasi FotoYu (sebuah marketplace dokumentasi), akan kami report. Di mana saya sendiri tidak punya akun FotoYu dan tidak pernah menjual foto di FotoYu," sambungnya.
Rudi menegaskan, foto-foto yang ia ambil, sama sekali bukan untuk kepentingan komersil.
"Bukan untuk komersil sama sekali," tegasnya.
Ia mengatakan, yang menegur ia dan teman-temannya bukan pihak sekuriti atau pengelola GBK.
"Betul (bukan sekuriti atau pengelola). Dan mereka punya ID card bertuliskan Komunitas Fotografi GBK, dan cukup akrab dengan sekuriti di sana," ucap Rudi.
Rudi sempat bertanya ke oknum itu tentang bagaimana cara mendaftar ke komunitas fotografi tersebut. Namun mereka mengatakan, komunitas itu tertutup dan tak menambah anggota lagi.
Akhirnya seluruh foto yang dijepret Rudi di kawasan GBK dihapus semua, karena ia khawatir dengan intimidasi yang dilakukan 4 orang oknum tersebut.
"Foto-fotonya habis semua. Soalnya waktu disuruh menghapus foto, saya dikeroyok 4 orang yang memastikan foto-foto saya sudah terhapus," ungkapnya.
Saat kejadian tersebut, Rudi melihat ada oknum sekuriti di sekitar mereka.
"Ada (sekuriti) tapi mereka kayak cuma mondar-mandir aja, dan sambil menyapa para fotografer itu," jelas Rudi.

Tanggapan Pengelola GBK

kumparan sudah menghubungi Kepala Divisi Humas, Hukum, dan Administrasi GBK, Asep Triyadi. Ia mengatakan, akan melakukan pengecekan terlebih dahulu ke lapangan terkait informasi ini.
"Saya cek dulu ke lapangan ya. Nanti saya kabari setelah selesai pengecekannya," ujar Asep saat dikonfirmasi.
Trending Now