Ratusan Titik Jalan di Sumbar Masih Tertimbun Longsor, Logistik Didrop via Udara

4 Desember 2025 11:37 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratusan Titik Jalan di Sumbar Masih Tertimbun Longsor, Logistik Didrop via Udara
BNPB dan pemerintah daerah di kabupaten dan kota mengerahkan alat berat untuk memperbaiki jalan-jembatan yang rusak di Sumbar.
kumparanNEWS
Akses di wilayah Silungkang, Kab. Agam yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali, Rabu (3/12/2025). Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Akses di wilayah Silungkang, Kab. Agam yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali, Rabu (3/12/2025). Foto: Dok. BNPB
Banjir bandang dan longsor membuat Sumatera Barat lumpuh. Banyak titik jalan dan jembatan hancur. Kondisi ini menghambat penanganan darurat, khususnya pendistribusian bantuan kepada masyarakat.
BNPB dan pemerintah daerah di kabupaten dan kota mengerahkan alat berat untuk memperbaiki jalan yang rusak. Perbaikan akses dilakukan pada jalan kabupaten-kota, provinsi dan nasional.
Kerusakan di jalan kabupaten-kota sebanyak 321 titik, jalan provinsi 172 titik dan jalan nasional 62 titik. Penanganan jalan nasional, sebanyak 25 unit alat berat telah bekerja untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi di jalan nasional.
"Alat berat tersebut tersebar di beberapa titik, misalnya di Kabupaten Solok, Agam dan Tanah Datar. Balai Pelaksana Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum melakukan perbaikan di jalan nasional, sedangkan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar pada jalan provinsi," kata Kapusdatin BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Kamis (4/12)
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat rapat koordinasi di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Akses tidak hanya pada perbaikan jalan, tetapi juga perbaikan akses dengan jembatan darurat bailey. Sebanyak 22 unit jembatan darurat dibutuhkan, seperti di Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman, Padang Pariaman, Solok, Kota Padang dan Tanah Datar.
Hingga Rabu (3/12), personel dan alat berat masih terus membersihkan material longsor di sejumlah titik di Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Solok dan Pasaman. Selain pembersihan material longsor, normalisasi sungai juga dilakukan di Pesisir Selatan.
"Misalnya pembersihan material lumpur, batu dan kayu di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam," ucap Muhari.
"Dengan perbaikan jalan nasional dan provinsi, distribusi bantuan pangan dan nonpangan diharapkan dapat berjalan efektif. BNPB dan pemerintah daerah mengidentifikasi titik-titik terisolir di Kota Padang, Padang Pariaman dan Agam," kata Muhari.
Akses di wilayah Silungkang, Kab. Agam yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali, Rabu (3/12/2025). Foto: Dok. BNPB

Distribusi Bantuan via Udara

Terkait masih adanya daerah yang terisolir, BNPB bersama Basarnas dan TNI melanjutkan pengiriman bantuan melalui udara pada Rabu (3/12). Bantuan pangan dan nonpangan seberat 6,5 ton didistribusikan ke wilayah Padang Pariaman, Agam, Solok dan Pesisir Selatan.
Distribusi bantuan udara ini meliputi wilayah Kabupaten Agam 4,1 ton, Padang Pariaman 843 kg, Solok 808 kg, Kota Pariaman 430 kg dan Pesisir Selatan 250 kg.
Jenis bantuan yang diberikan kepada warga terdampak berupa sembako, biskuit, air mineral, makanan bayi, makanan dan susu kemasan, obat-obatan, pembalut, paket sandang dan Kasur lipat.
"Total berat bantuan pangan dan non-pangan yang telah didistribusikan melalui transportasi udara sejak 28 November hingga 3 Desember 2025 mencapai 18 ton," ucap Muhari.
Akses di wilayah Silungkang, Kab. Agam yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali, Rabu (3/12/2025). Foto: Dok. BNPB
Trending Now