Rektor UI Disoraki saat Minta Scan QRIS di Acara Wisuda, Ini Penjelasan Kampus
16 September 2025 10:13 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Rektor UI Disoraki saat Minta Scan QRIS di Acara Wisuda, Ini Penjelasan Kampus
Video Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah disoraki saat meminta wisudawan dan tamu undangan menyumbangkan uang mereka melalui QRIS, viral di media sosial.kumparanNEWS

Video Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah disoraki saat meminta wisudawan dan tamu undangan menyumbangkan uang mereka melalui QRIS, viral di media sosial.
Sorakan itu terjadi saat acara wisuda mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI di Balairung UI, 11 September 2025 dan ditayangkan di kanal YouTube Universitas Indonesia.
Heri juga menyebut angka sumbangan ditargetkan hingga Rp 8 miliar pada Februari 2026 nanti.
Terkait hal ini, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI Arie Afriansyah mengatakan terjadi kekeliruan informasi dari narasi video yang beredar di media sosial.
Menurut Arie, saat itu, MC acara sedang memperkenalkan kepada hadirin tentang Dana Abadi UI dan menunjukkan di layar sebuah QRIS Dana Abadi UI. MC mengajak para wisudawan, orang tua wisudawan dan tamu yang hadir untuk memberikan dukungan sumbangan.
Rektor Heri juga diminta MC untuk berpartisipasi dalam rangkaian acara itu dan mengajak yang lain menyumbang.
"Saat itu momen di mana Bapak Rektor sedang mengikuti sesi program Dana Abadi yang dipandu oleh MC. Sejatinya program Dana Abadi ini merupakan sesi perkenalan kepada para wisudawan dan orang tua wisudawan bahwa UI memiliki Dana Abadi (Endowment Fund)," kata Arie kepada kumparan, Senin (15/9).
Arie menjelaskan Dana Abadi ini dikelola UI untuk kepentingan sivitas akademika, mulai dari pengembangan riset hingga membantu para mahasiswa yang memiliki keterbatasan finansial untuk menyelesaikan studinya.
Bahkan, katanya, jika sudah memungkinkan, UI akan memberikan beasiswa penuh kepada mahasiswa UI yang memang sesuai kategori.
"Saat ini pun, UI sudah memberlakukan UKT berkeadilan, yang berarti kemampuan UKT disesuaikan dengan kemampuan sebenarnya dari mahasiswa tersebut," jelas Arie.
Misinformasi
Dalam video yang viral di media sosial itu, Arie menyebut ada misinformasi. Terkesan, Rektor meminta dana langsung dari para wisudawan dan orang tua.
"Sejatinya, sesi tersebut adalah perkenalan program Dana Abadi yang sedang dicapai oleh UI. Bapak Rektor ditargetkan oleh MWA untuk mencapai Rp 5 triliun dalam 5 tahun periode beliau. Sumbernya pun tidak utama dari sumbangan wisudawan dan orang tua wisudawan, tetapi hasil kerja sama akademik hingga filantropis," ucapnya.
"Kalaupun ada yang ingin menyumbang dana abadi dari wisudawan dan orang tua wisudawan, dipersilakan secara sukarela dan tidak ada batasan angka sumbangan," imbuhnya.
Arie berharap di masa yang akan datang, alumni UI yang sudah berhasil dan ingin berkontribusi kepada almamater, salah satunya bisa melalui program Dana Abadi UI.
Dana Abadi UI adalah dana yang dikumpulkan dari berbagai pihak seperti alumni, donatur, hingga masyarakat yang dikelola secara profesional untuk menghasilkan imbal hasil (return). Prinsipnya, dana abadi tidak boleh habis, hanya hasil investasinya yang digunakan, sehingga manfaatnya bisa terus abadi bagi generasi selanjutnya.
Hasil pengelolaan dana tersebut kemudian dipakai untuk mendukung keberlanjutan UI, terutama dalam bentuk beasiswa, penelitian, pengembangan akademik, serta peningkatan fasilitas kampus.
Dikutip dari sahabatmakara.ui.ac.id, sejak Februari 2017 diresmikan, hingga Desember 2023, total dana kelolaan Dana Abadi UI telah mencapai sekitar Rp 254 miliar. Ditargetkan Dana Abadi ini mencapai Rp 5 triliun agar bisa berjalan jangka panjang.
