Relawan Italia dan Kanada di Tepi Barat Diserang Pemukim Israel

2 Desember 2025 13:12 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Relawan Italia dan Kanada di Tepi Barat Diserang Pemukim Israel
3 relawan Italia dan seorang relawan Kanada diserang pemukim Israel di Tepi Barat. Mereka adalah relawan yang membantu melindungi warga Palestina dari meningkatnya kekerasan pemukim.
kumparanNEWS
Orang-orang memeriksa lokasi penembakan yang dilaporkan menewaskan dua warga Palestina selama operasi militer di kota Jenin, Tepi Barat, Kamis (27/11/2025). Foto: JOHN WESSELS/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Orang-orang memeriksa lokasi penembakan yang dilaporkan menewaskan dua warga Palestina selama operasi militer di kota Jenin, Tepi Barat, Kamis (27/11/2025). Foto: JOHN WESSELS/AFP
Relawan Italia dan Kanada diserang oleh pemukim Israel di desa Ein al-Duyuk dekat Jericho, Tepi Barat, pada Minggu (30/11) pagi. Mereka merupakan relawan yang membantu melindungi populasi Palestina dari meningkatnya kekerasan pemukim.
Dikutip dari The Guardian, Selasa (2/12), ada empat relawan yang diserang pemukim Israel dengan rincian tiga warga negara Italia dan seorang warga negara Kanada. Keempatnya dirawat di rumah sakit dan seorang warga negara Italia masih dirawat di Ramallah pada Senin (1/12) karena luka yang lebih parah.
"Pada pukul 04.30 pagi tanggal 30 November, 10 pemukim bermasker, dua di antaranya membawa senapan, menerobos masuk ke rumah tempat kami tidur setelah jaga malam. Mereka memukul kami selama sekitar 15 menit. Saya berulang kali ditendang di kepala, rusuk, pinggul, dan paha. Mereka berteriak dengan kata-kata hinaan dalam bahasa Arab dan menyebut kami tidak berhak berada di sana. Mereka menghancurkan bagian dalam rumah dan menghancurkan panel surya sebelum pergi," kata warga negara Kanada yang tidak mau menyebutkan identitasnya dengan alasan keamanan.
"Ini bukan tentang kami. Kami dipukul selama 15 menit. Warga Palestina di sini menanggung kekerasan setiap hari, setiap jam, seribu kali lipat," lanjutnya.
Intensitas serangan di Ein al-Duyuk meningkat selama dua bulan terakhir sejak didirikannya pos terdepan pemukim dan kedatangan pemukim muda yang agresif. Aktivis mengatakan kekerasan terjadi hampir setiap hari. Gerombol pemukim membobol rumah dan menyerang warga desa, mencuri 200 domba, dua mobil, dan menghancurkan panel surya.
Meski seluruh permukiman di wilayah pendudukan ilegal menurut hukum internasional, pos terdepan ilegal menurut hukum Israel. Ein al-Duyuk merupakan Wilayah A di Tepi Barat, yang berarti seharusnya dikelola oleh Otoritas Palestina dan warga Israel ilegal jika memasuki wilayah itu.
Gerbang yang didirikan oleh otoritas Israel memblokir salah satu pintu masuk desa Atara di Tepi Barat, Selasa (30/9/2025). Foto: Leo Correa/AP Photo
Kekerasan terhadap keempat relawan itu dikecam oleh Kanada dan Italia. Kementerian Luar Negeri Kanada mengutuk keras tindak kekerasan yang dilakukan pemukim ekstremis dan menentang segala tindakan atau pembicaraan mengenai aneksasi wilayah Palestina.
"Kami muak dengan agresi ini. Ini bukan cara (bagi para pemukim) untuk menegaskan hak mereka," kata Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani.
Menurut data PBB, pemukim dan pasukan keamanan Israel telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina termasuk 233 anak-anak di Tepi Barat dalam dua tahun terakhir.
Aktivis Palestina dari organisasi Faz3a yang merekrut relawan asing untuk membantu melindungi warga Palestina di Tepi Barat, Manal Tamimi, mengatakan kekerasan yang dilakukan pemukim Israel meningkat dalam dua bulan terakhir.
"Dalam dua bulan sejak mereka membangun pos terdepan baru dekat desa, mereka membawa pemukim sayap kanan yang sangat kejam dan tampaknya merupakan bagian dari kelompok yang terorganisir, karena mereka menyerang relawan dengan cara yang terorganisir. Masyarakat di sana sangat tangguh dan mereka menolak meninggalkan wilayah itu. Itulah mengapa sangat penting menempatkan relawan internasional bersama mereka," kata Tamimi.
Relawan Kanada yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan meski diserang, kehadiran para relawan di Ein al-Duyuk sangat berharga.
"Warga desa tampak lebih tegar saat kami hadir. Anak-anak bermain dengan bebas. Warga tidur sepanjang malam. Itu saja membuat keberadaan kami berharga," ujarnya.
Trending Now