Respons KPK soal Noel Ebenezer Klaim Tak Ada Mobilnya yang Disita
20 Oktober 2025 21:17 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Respons KPK soal Noel Ebenezer Klaim Tak Ada Mobilnya yang Disita
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dari total lebih dari 20 mobil yang disita, memang tidak semuanya milik Noel. Namun, ada beberapa kendaraan yang berasal dari Noel.kumparanNEWS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons pernyataan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer alias Noel yang mengeklaim tidak ada satu pun mobilnya yang disita.
Noel saat ini berstatus sebagai tersangka dalam dugaan kasus pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa dari total lebih dari 20 mobil yang disita, memang tidak semuanya milik Noel. Namun, ada beberapa kendaraan yang berasal dari Noel.
βJadi memang itu bukan bersumber dari satu orang, tapi ada atau berada saat dilakukan pengamanan itu dari beberapa pihak. Dan salah satunya diamankan dari Saudara IEG,β ujar Budi kepada wartawan, Senin (20/10).
Budi menambahkan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah seluruh kendaraan yang disita berasal dari hasil tindak pidana korupsi.
βApakah aset-aset itu terkait dan bersumber dari dugaan tindak pidana korupsi tersebut atau tidak, termasuk kendaraan roda dua yang diamankan itu juga dalam rangkaian kegiatan tangkap tangan KPK,β katanya.
Noel Bantah Mobilnya Disita
Sebelumnya, Noel menegaskan tidak ada satu pun mobilnya yang disita KPK.
βYang pasti saya tidak ada OTT, dan dari 20 sekian mobil (yang disita KPK) itu tidak ada satu pun mobil saya,β kata Noel usai menandatangani surat perpanjangan penahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Noel juga mengaku akan menempuh upaya hukum, namun belum menjelaskan langkah apa yang akan diambil.
βKita akan melakukan upaya hukum. Nanti lah, nanti dong,β ujarnya.
KPK menyebut telah mengamankan empat kendaraan milik Noel, yakni Ducati Scrambler, Toyota Land Cruiser, Mercedes-Benz C300, BAIC BJ40, dan Toyota Alphard.
Belakangan, KPK mengembalikan Toyota Alphard yang sempat disita dari Noel. Pengembalian dilakukan setelah KPK memeriksa sejumlah saksi dari Sekretariat Jenderal Kemnaker. Dari keterangan saksi-saksi tersebut, diketahui bahwa Alphard yang disita merupakan mobil sewaan.
Karena tidak terkait dengan dugaan tindak pidana yang dilakukan Noel, mobil tersebut dikembalikan kepada pihak Kemnaker.
Kasus Pemerasan Sertifikasi K3
Kasus ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (20/8) malam. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 14 orang. Sebanyak 11 di antaranya, termasuk eks Wamenaker Immanuel Ebenezer, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Dalam konferensi pers, KPK menjelaskan pemerasan tersebut terjadi pada 2019β2024. Dalam proses penerbitan sertifikat K3, harga dibuat mahal dan uangnya mengalir ke sejumlah pejabat. Nilainya mencapai Rp81 miliar.
ASN Kemnaker bernama Irvian Bobby Mahendro (IBM), Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 periode 2022β2025, diduga menjadi penerima uang terbesar sebesar Rp69 miliar. Uang itu digunakan untuk belanja, hiburan, uang muka rumah, serta setoran tunai kepada sejumlah pihak.
Sementara itu, Noel diduga menerima Rp3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler pada Desember 2024, dua bulan setelah dilantik sebagai Wamenaker.
Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Noel menyampaikan permintaan maaf kepada sejumlah pihak. Ia membantah terjaring OTT dan menegaskan kasus yang menjeratnya bukanlah pemerasan. Noel juga sempat berharap mendapatkan amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.
Kini, Noel telah diberhentikan oleh Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
