Rodrigo Paz Menangi Pilpres Bolivia, Akhiri 20 Tahun Pemerintahan Sosialis

20 Oktober 2025 14:05 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rodrigo Paz Menangi Pilpres Bolivia, Akhiri 20 Tahun Pemerintahan Sosialis
Politisi berhaluan tengah, Rodrigo Paz, memenangkan pilpres Bolivia dan akan mengakhiri kepemimpinan sosialis yang berkuasa selama 20 tahun terakhir.
kumparanNEWS
Calon presiden Bolivia dari Partai Demokrat Kristen (PDC), Rodrigo Paz, menyampaikan pidato kepada para pendukungnya setelah hasil pemilihan presiden putaran kedua di La Paz, Bolivia, Minggu (19/10/2025). Foto: Lucas Aguayo/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Calon presiden Bolivia dari Partai Demokrat Kristen (PDC), Rodrigo Paz, menyampaikan pidato kepada para pendukungnya setelah hasil pemilihan presiden putaran kedua di La Paz, Bolivia, Minggu (19/10/2025). Foto: Lucas Aguayo/AFP
Politisi berhaluan tengah, Rodrigo Paz, memenangi Pilpres Bolivia pada Minggu (19/10), mengalahkan rivalnya yang konservatif, Jorge "Tuto" Quiroga.
Dikutip dari Reuters, Senin (20/10), Paz merupakan senator dari Partai Demokratik Kristen. Ia meraih suara 54,5%, mengalahkan Quiroga yang meraih suara 45,5%. Namun, partai Paz tidak memiliki suara mayoritas di legislatif, yang akan memaksanya untuk membentuk koalisi supaya bisa memerintah secara efektif.
Presiden baru akan menjabat pada 8 November mendatang.
"Kita harus membuka Bolivia kepada dunia," kata Paz dalam pidato kemenangannya dari La Paz, setelah Quiroga mengakui kekalahannya.
Calon presiden Bolivia dari Partai Demokrat Kristen (PDC), Rodrigo Paz, menyampaikan pidato kepada para pendukungnya setelah hasil pemilihan presiden putaran kedua di La Paz, Bolivia, Minggu (19/10/2025). Foto: Lucas Aguayo/AFP
Kemenangan Paz menandai perubahan bersejarah bagi Bolivia yang dipimpin oleh sosok yang berhaluan kiri dan sosialis sejak 2006. Bolivia selama 20 tahun terakhir dipimpin oleh Gerakan Menuju Sosialisme Bolovia atau MAS yang mendapat dukungan luar biasa dari mayoritas penduduk asli negara itu.
Dukungan terhadap MAS merosot tajam pada Agustus lalu di tengah krisis ekonomi yang semakin mendalam. Kemenangan Paz ini mencerminkan kekecewaan rakyat terhadap krisis ekonomi terburuk Bolivia dalam puluhan tahun -- ekspor gas menurun drastis, inflasi mencapai rekor tertinggi dalam 40 tahun, dan pasokan bahar bakar langka.
Sementara itu, Paz menawarkan platform moderat dan berjanji mempertahankan program sosial sambil mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor swasta.
Paz dan rivalnya Quiroga selama kampanye juga berjanji memperbaiki hubungan diplomatik dengan AS yang tegang sejak 2009, serta mencari dukungan finansial AS.
Trending Now