RSHS Bandung Rawat 10 Pasien Super Flu

9 Januari 2026 14:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RSHS Bandung Rawat 10 Pasien Super Flu
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung merawat 10 pasien yang terkonfirmasi influenza A subklade H3N2 (c241) atau super flu.
kumparanNEWS
Ilustrasi foto dari virus H3N2. Foto: Celso Pupo/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi foto dari virus H3N2. Foto: Celso Pupo/Shutterstock
Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, merawat 10 pasien yang terkonfirmasi influenza A (H3N2) subclade K atau super flu.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dokter Iwan Abdul Rachman.
"Sampai hingga saat ini dilaporkan sudah 10 orang pasien dirawat di rumah sakit kita ini," kata Iwan, Kamis (8/1).
Dari jumlah tersebut, dua pasien kondisinya berat dan dirawat di ruang intensif. Sedangkan delapan lainnya kondisi ringan hingga sedang.
Iwan mengatakan penularan penyakit ini melalui droplet, yakni partikel cairan sangat kecil yang keluar dari mulut atau hidung saat seseorang batuk, bersin, atau bahkan berbicara, sehingga sangat rentan bila di kondisi penduduk yang padat.
"Penyakit ini ditularkan melalui droplet infection. Bila dikaitkan dengan kepadatan penduduk tentu risiko semakin tinggi di area yang padat penduduknya," ucapnya.
Dia mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik.
"Pertama, super flu ini bukan suatu istilah yang lazim di kedokteran, bukan istilah yang baku di kedokteran tapi lebih merujuk ke suatu penyakit influenza yang sifatnya musiman seasonal, diakibatkan oleh perubahan cuaca, dan lainnya, seperti itu," kata Iwan.
Ia melanjutkan, "Hanya, mungkin dirasakan gejalanya lebih berat, penyebarannya juga lebih cepat, karena ini bisa merupakan suatu kombinasi dari beberapa jenis virus."
Dia mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Rajin cuci tangan dan menggunakan masker bila kondisi sakit.
"Yang paling penting untuk pencegahannya preventif menggunakan masker, tapi itu lebih tepat digunakan oleh orang yang bergejala. Tidak perlu panik, tidak harus pakai masker ke mana-mana tapi kesadaran dari masing-masing individu," ucapnya.
Gejala Super Flu
Sebelumnya, Praktisi Kesehatan, Dr. Ngabila Salama menjelaskan perbedaan gejala antara flu biasa dan gambaran yang disebut super flu dalam persepsi masyarakat.
“Flu biasa ditandai dengan pilek, bersin, batuk ringan, sakit tenggorokan, demam ringan atau bahkan tanpa demam, serta badan yang terasa agak pegal,” katanya.
Ia kemudian menjelaskan konsep super flu secara awam: “Seluruh badan ‘kena’, jauh lebih melumpuhkan,” katanya.
Gejalanya antara lain demam tinggi mendadak dengan suhu di atas 38,5 derajat Celsius, nyeri otot berat hingga badan terasa remuk, sakit kepala hebat, batuk kering yang kuat, serta lemas ekstrem hingga penderitanya sulit bangun dari tempat tidur.
“Super Flu juga bisa disertai mual, muntah, atau diare,” ujar Ngabila.
Dari sisi durasi, Super Flu cenderung berlangsung lebih lama, yakni sekitar 7 hingga 14 hari. Kondisi ini juga berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru dan sinusitis berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta.
Menkes soal Super Flu: Tidak Mematikan Seperti COVID-19, Tak Usah Khawatir
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pandangan resmi pemerintah tentang risiko super flu.
“Superflu ini sebenarnya influenza tipe A. Sudah ada dari dulu. Virusnya namanya H3N2. Cuma variannya varian K,” kata Budi.
Ia membandingkan varian flu tersebut dengan varian pada virus COVID-19 yang sempat merebak sebelumnya.
“Ini kan ada Omicron, Delta, inget kan dulu kan? Ini sama, ini virus. Virusnya H3N2. Kalau dulu kan virusnya COVID-19. Ini virusnya H3N2. Variannya varian K,” ujarnya.
Ia juga membandingkan super flu dengan virus yang menyebabkan COVID-19, menekankan bahwa influenza H3N2 merupakan virus lama yang terus beredar. Masyarakat pun diimbau tetap menjaga imunitas, istirahat cukup, dan kesehatan tubuh untuk menghadapi penyakit tersebut bila terinfeksi.
“Yang penting buat teman-teman, ya jaga kesehatan, imunitasnya, istirahatnya cukup. Sehingga kalau kena, sama seperti flu biasa, bisa kembali lagi,” ujarnya.
“Jadi nggak usah khawatir bahwa ini seperti COVID-19 mematikannya. Tidak, ini adalah flu biasa. Influenza H3N2.”
Trending Now