RSUD Cengkareng Hadirkan Petugas Prioritas untuk Pasien Lansia dan Difabel
18 Oktober 2025 18:09 WIB
·
waktu baca 3 menit
RSUD Cengkareng Hadirkan Petugas Prioritas untuk Pasien Lansia dan Difabel
Dalam rangka peningkatkan mutu pelayanan rawat jalan, RSUD Cengkareng kini memiliki tim khusus bernama Patient Experience Officer (PEO) atau yang akrab disebut petugas prioritas.kumparanNEWS

Dalam rangka peningkatkan mutu pelayanan rawat jalan, RSUD Cengkareng kini memiliki tim khusus bernama Patient Experience Officer (PEO) atau yang akrab disebut petugas prioritas. Tim ini bertugas membantu pasien sejak pertama kali datang, memberikan penjelasan alur pelayanan, hingga mengantar pasien dengan kebutuhan tertentu menuju lokasi pemeriksaan.
“Pimpinan melihat cukup banyak pasien yang perlu informasi lebih jelas tentang tata laksana pelayanan. Dari situ muncul inisiatif untuk membentuk satu tim khusus,” ujar Aris Pribadi, Humas RSUD Cengkareng, Jakarta pada Sabtu (18/10).
Tim petugas prioritas ini terdiri dari lima orang yang setiap hari berjaga di lobi utama rumah sakit. Mereka membantu seluruh pasien, terutama pasien lansia, difabel, dan ibu hamil selaku kelompok yang paling membutuhkan pendampingan selama proses pelayanan.
Menurut Aris, respons pasien sejauh ini sangat positif. “Rata-rata pasien kami merasa terbantu karena ada yang langsung mendampingi dan menjelaskan prosedur,” ujarnya.
Menariknya, para petugas PEO ini bukan hasil rekrutmen baru. Rumah sakit mengoptimalkan tenaga internal, seperti petugas administrasi, keamanan, kebersihan, dan rekam medis yang dinilai memiliki jiwa melayani tinggi.
“Seleksinya sederhana saja. Kami melihat keseharian mereka, siapa yang punya karakter mau melayani dengan baik. Tidak melihat latar belakang pendidikan atau posisi,” jelas Aris.
Para PEO tidak melalui tes tertulis, tetapi ditunjuk langsung berdasarkan rekomendasi atasan dan anggota masing-masing divisi. Setelah penunjukan, para petugas mendapat pengarahan garis besar tentang tugasnya, yakni: menerima pasien, memberi edukasi, serta memastikan pasien prioritas mendapat pendampingan hingga ke titik pelayanan selanjutnya.
Salah satu tenaga RSUD Cengkareng yang ditugaskan sebagai PEO adalah Dewi, ia seorang staf administrasi rawat inap sejak 2018 dan sekarang bertugas untuk melayani lansia dan difabel.
Ke depan, RSUD Cengkareng berencana menambah jumlah petugas PEO menjadi total 10 orang. Dengan tambahan ini, total petugas yang siaga membantu di area lobi mencapai sekitar 15 orang, termasuk petugas keamanan dan rekam medis. “Targetnya minggu depan sudah ada nama-nama baru yang mulai bertugas,” kata Aris.
Profil RSUD Cengkareng
Berawal pada tahun 1999, Wali Kota Jakarta Barat saat itu mengusulkan pembangunan RSUD untuk wilayah Jakarta Barat dengan cara menyediakan tanah fasilitas sosial/fasilitas umum yang diberikan Perumnas untuk dijadikan sebuah rumah sakit. Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta juga mengusulkan pembangunan RSUD tersebut kepada Gubernur, melalui Sekertaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, dan akhirnya Gubernur DKI Jakarta menyetujui pembangunan RSUD Cengkareng.
RSUD Cengkareng merupakan rumah sakit tipe B milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dilansir dari laman RSUD Cengkareng, rumah sakit ini diresmikan pada 2003 oleh oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Sutiyoso. RSUD pertama di Jakarta Barat ini dibangun di atas lahan 26.000 M2, dengan luas bangunan 31.600 M2.
Rumah sakit ini dipadati hingga 1000-1200an pasien rawat jalan setiap harinya. Dengan Bed Occupation Rate (BOR) mencapai 90 persen atau menyentuh kapasitas maksimal 500 tempat tidur untuk rawat inap. Mengapa begitu padat? Karena RSUD Cengkareng ini punya fasilitas yang cukup lengkap. Ini rinciannya:
Layanan Utama
Layanan Penunjang
Fasilitas
