Rusia-Ukraina Saling Tuding Tewaskan Warga Sipil saat Tahun Baru

2 Januari 2026 8:41 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rusia-Ukraina Saling Tuding Tewaskan Warga Sipil saat Tahun Baru
Rusia dan Ukraina saling menuding serangan terhadap warga sipil saat Tahun Baru 2026, dengan laporan korban tewas di Kherson dan serangan drone ke sektor energi Ukraina.
kumparanNEWS
Pegawai pemerintah kota dan petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal dan drone Rusia di Kiev, Ukraina, Sabtu (27/12/2025). Foto: Valentyn Ogirenko/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Pegawai pemerintah kota dan petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal dan drone Rusia di Kiev, Ukraina, Sabtu (27/12/2025). Foto: Valentyn Ogirenko/Reuters
Rusia dan Ukraina saling menuding masing-masing menyerang warga sipil pada 1 Januari 2026. Dilansir reuters, Rusia menuding Ukraina menyerang sebuah hotel di Kherson--kawasan yang diduduki Rusia, sebaliknya, Rusia dituduh menyerang sektor pembangkit energi Ukraina.
"Saat tahun baru, Rusia seperti membawa perang ke Ukraina, ada 200 drone serang diluncurkan ke Ukraina pada malam hari," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, di lewat aplikasi telegram.
Zelensky lalu menyebut bahwa ia harus terus dapat dukungan dari negara-negara sekutu, terutama terkait perlindungan udara.
"Sekutu kita punya perlengkapan yang kita tidak punya. Kita berharap, semua yang telah disepakati dengan Amerika Serikat pada akhir Desember kemarin akan tiba tepat waktu," ucap Zelensky.
Sebuah drone menabrak gedung apartemen dalam serangan rudal dan drone Rusia di lokasi gedung apartemen yang terkena serangan rudal dan drone Rusia di Kiev, Ukraina, Sabtu (27/12/2025). Foto: Gleb Garanich/Reuters
Tapi, Ukraina juga dituding Rusia menewaskan 24 orang termasuk dalam sebuah serangan drone yang menewaskan pengunjung hotel dan kafe di Kherson, Ukraina, yang diduduki Rusia. Para pengunjung itu, tengah berkumpul untuk merayakan pergantian tahun.
Tercatat, 24 orang tewas dan 50 luka-luka
Hal ini membuat gubernur pendudukan Rusia, Vladimir Saldo punya kesempatan menuding Ukraina melakukan aksi 'teroris'.
"Serangan ini memecah perhatian terkait kegagalan militer Ukraina di garis depan. Lalu, rezim Kiev mencoba membuktikan kemampuannya lewat aksi-aksi teroris," kata Saldo.
Trending Now